SuaraSumbar.id - Kontingen silat Sumatera Barat (Sumbar) mengerahkan sembilan atletnya untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.
Pelatih Pencak Silat Tim Sumbar Irmai Hendry mengatakan sembilan atlet ini akan berlaga di delapan nomor di kluster Kabupaten Jayapura.
"Kita terus berbenah untuk meraih hasil maksimal di ajang PON nanti," katanya di Padang seperti dikutip dari Antara pada Rabu (22/9/2021).
Sembilan atlet yang dikirim ke PON XX Papua yakni, Suci Wulandari, Beni Ario Putra, Anton Yuspermana, M. Tri Bintang Syanu, Rahmat Natsir, Ridhan Aprilandha,Yolla Cynthiana, Ochi Ramadhani dan Winda Novi Yalni.
Dijelaskannya, selama ini tim pencak silat andalan Sumbar tersebut telah menjalankan TC penuh sejak Agustus dan akan selesai pada akhir September.
Kemudian mereka akan diberangkatkan ke arena PON XX Papua pada 2 Oktober 2021 mendatang.
Pada ajang PON XX Papua, Irmai mengemukakan, timnya dipatok KONI Sumbar dua emas.
"Dalam kontingen ini kita diberi target dua emas dan kita siap wujudkan hal itu bahkan kalau bisa lebih dari itu," kata dia.
Diungkapkannya, dalam kontingen ini ada seorang atlet yang berhasil meraih emas di PON Jawa Barat lalu yakni, Anton Yuspermana di kelas H dengan berat badan 80-85 kilogram.
Baca Juga: Tim Pencak Silat Sumatera Barat Bidik Dua Medali Emas PON Papua
"Di PON Papua ini dirinya turun di kelas yang sama dan kita berharap mampu meraih emas," kata dia.
Selain itu, sejumlah nama yang dibawa ke Papua juga memiliki potensi emas di kelas yang mereka ikuti di kluster Jayapura nanti.
Ia mengaku provinsi lain juga mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih hasil maksimal. Ada beberapa lawan yang cukup berat mulai dari Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta hingga Bali.
"Kita terus bekerja keras dalam mempersiapkan atlet agar tampil lebih baik di kompetisi nantinya," kata dia.
Untuk persiapan jelang PON, dia mengemukakan, dilakukan pemusatan latihan. Namun diakuinya menjelang keberangkatan memang banyak kendala yang dihadapi.
Mulai dari kondisi pandemi, kemudian beban psikologis karena berlaga di Papua yang memiliki jarak yang cukup jauh dan kondisi cuaca yang berbeda.
Selain itu, ia juga menyayangkan tidak adanya manajer dalam kontingen pencak silat ini ketika berangkat ke Papua nantinya.
"Kalau kami pelatih tentu tahunya teknis pertandingan di arena. Jika ada kontingen yang sakit atau kecelakaan siapa yang akan membawa, tidak mungkin pelatih yang diharapkan," katanya. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Bukittinggi Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang, Sabtu 28 Februari 2026
-
Kapan Piaman Barayo 2026 Digelar? 11 Objek Wisata Dibuka
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Sabtu 28 Februari 2026, Simak Waktu Sahur dan Berbuka