SuaraSumbar.id - Puan Maharani mengenakan baju Bundo Kanduang saat membacakan teks proklamasi pada upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-76. Baju khas perempuan Minangkabau itu merupakan pakaian Lintau, Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai pemilihan busana baju Bundo Kanduang itu merupakan upaya Puan memulihkan rasa kecewa masyarakat Sumbar terhadap kontroversi yang pernah mencuat.
Seperti diketahui, pada Pilkada Sumbar 2020 lalu, Puan sempat menuai kontroversi usai ucapannya menyorot Sumbar. Puan ingin membayar kekecewaan masyarakat Sumbar melalui pakaian tradisional yang ia kenakan.
"Mungkin Puan ingin mengobati rasa kekecewaan masyarakat Sumbar. Biasanya jika ada masalah itu terbayang-bayang terus, rekaman jejak kontroversi tersebut sepertinya ingin dibayar lunas dengan mengenakan pakaian adat Sumbar tersebut. Itu simbolik tapi punya makna," kata Ujang, dikutip dari Suara.com, Selasa (17/8/2021).
Tak hanya mengobati rasa kecewa, Ujang menganggap ada kemungkinan bahwa Puan juga ingin menarik simpati masyarakat Sumbar melalui momen hari kemerdekaan. Hal itu tentu tidak terlepas dari politik 2024, di mana Puan digadang-gadang ikut bursa pencalonan presiden.
"Mau tidak mau suka tak suka. Jika ingin maju nyapres ya mesti dapat dukungan dari masyarakat Sumbar. Kita lihat saja ke depan. Jika Puan turun bersilaturahmi ke tokoh-tokoh Sumbar dan masyarakat Sumbar itu artinya ada itikad untuk selesaikan persoalan dan ada keinginan untuk dapatkan suara masyarakat Sumbar," ujar Ujang.
Diketahui Puan mengenakan busana Bundo Kanduang bernuansa krem, merah dan emas saat membacakan teks Proklamasi dalam Upacara Kemerdekaan di Istana Negara. Mengutip keterangan tertulis Puan, busana adat yang ia pakai itu biasa disebut juga dengan Limpapeh Rumah Nan Gadang yang merupakan busana yang biasa dipakai oleh wanita Minang di Minangkabau, Sumatera Barat.
Busana Bundo Kanduang biasa dipakai oleh seorang wanita dewasa atau wanita yang telah menikah. Buana itu dipadukan dengan memakai Tingkuluak Balenggek, penutup kepala yang berasal dari Lintau, Tanah Datar.
Oleh wanita Minang, busana Bundo Kanduang biasa dipakai pada acara adat seperti pernikahan, pengangkatan datuak, dan lainnya. Makna dari busana ini adalah merupakan simbol dari pentingnya peran seorang ibu dalam sebuah keluarga.
Baca Juga: Tega! Ayah Cabuli Anak Kandung Umur 4 Tahun
Megawati dan Puan Soroti Sumbar
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendadak menyorot kondisi Sumatera Barat (Sumbar). Jauh hari sebelum sang ibu, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI pun pernah melakukan hal yang sama menyorot soal salah satu provinsi di Pulau Sumatera itu. Lantas ada apa gerangan?
Sorotan Megawati terhadap Sumbar ia lontarkan saat memperingati HUT ke-119 Proklamator RI Mohammad Hatta. Dalam pidatonya Megawati mengatakan, Sumbar saat ini sudah tak seperti dulu. Di mana awalnya ia bercerita soal tokoh di Sumbar.
"Dulu saya tahu banyak sekali tokoh dari Sumbar. Kenapa menurut saya sekarang kok kayaknya tidak sepopuler dulu kah atau emang tidak ada produknya?" ucap Megawati dalam acara yang digelar oleh Badan Nasional Kebudayaan Pusat (BKNP) PDIP secara virtual, Kamis (12/8/2021).
"Setelah ke sini, saya mulai berpikir, saya sering diskusi karena di BPIP, saya sebagai ketua dewan pengarah. Saya suka bertanya ke Buya Syafii, mengapa Sumatera Barat yang dulu saya kenal sepertinya sudah mulai berbeda, lain," ujar dia lagi.
Buya Syafii kata Megawati justru menganggap dirinya terlalu memikirkan hal tersebut. Megawati berkelakar kepada Buya Syafii bahwa seharusnya ikut memikirkan terkait adanya perubahan yang terjadi di Sumatera Barat. Pasalnya kata Megawati, Buya Syafii tokoh berasal dari Sumatera Barat
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Basarnas Terima Sinyal Darurat dari Pendaki Usai Gunung Dukono Malut Erupsi
-
Gunung Dukono Erupsi, 2 WNA Tewas
-
Serangan Udara Israel Tewaskan Putra Pemimpin Senior Hamas
-
Promo JSM Alfamart Hari Ini 8 Mei 2026, Diskon Minuman hingga Kebutuhan Dapur, Belanja Makin Hemat!
-
Gunung Dukono di Halmahera Utara Erupsi, 5 Pendaki Dilaporkan Luka-luka