SuaraSumbar.id - Aksi dugaan pengeroyokan yang dilakukan gerombolan pelajar menimpa korban N (14) terjadi di Bukittinggi.
Polres Bukittinggi mengaku telah menerima dugaan pengeroyokan pelajar tersebut yang kini oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
"Ada laporan pengaduan yang masuk dari orangtua korban tentang dugaan penganiayaan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan tempat kejadian perkara di Lakuang Bukittinggi," kata Kanit Tiga PPA Aipda Amelia Chandra dikutip dari Antara pada Jumat (6/8/2021).
Amelia menyebut, menurut keterangan sementara dari korban, saat ini ada lima orang diduga pelaku dari kejadian pemukulan kepada korban yang beralamat di Manggis Gantiang.
"Keterangan sementara, perselisihan diawali dari percakapan di aplikasi percakapan media sosial yang menyinggung tentang pakaian dalam hingga menimbulkan pertengkaran dan berujung pemukulan," kata dia.
Aipda Amelia menjelaskan, korban kemudian dibawa ke TKP dan mengalami pemukulan serta penendangan ke tubuh korban yang dilakukan oleh para pelaku.
"Penyelidikan saat ini kami telah memintai keterangan korban dan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak keluarga korban, juga kami telah mengambil barang bukti berupa baju yang dipakai korban saat kejadian," kata dia.
Dia mengatakan, kepolisian juga telah mendapatkan hasil visum korban dan mengamankan bukti berupa rekaman video dan foto saat kejadian.
"Pelaku bisa terancam dengan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman pidana di atas lima tahun," ungkapnya.
Menurutnya, karena pelaku masih berusia di bawah umur, kepolisian akan melakukan diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan ke proses di luar pidana.
"Kami wajib melakukan diversi antara korban dan pelaku untuk mencari jalan tengah dan keadilan, seperti perdamaian atau semacamnya," tutur Amelia.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa pelaku yang ternyata berasal dari teman beda sekolah dengan korban itu, akan dipanggil dan dimintai keterangan serta diperiksa dalam waktu dekat.
Kakak korban, Vina menambahkan para pelaku penganiayaan terhadap adiknya diketahui bukan berasal dari teman satu sekolah korban.
"Kebanyakan dari mereka bukan teman sekolah adik saya, tapi itu baru dari sekilas yang terlihat di bukti video, semoga polisi segera mendapatkan siapa saja yang ikut memukul adik kami," jelasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Diduga Cabuli Gadis 15 Tahun, Pelajar di Sumbar Ditangkap
-
Diduga Cabuli Gadis 15 Tahun, Pelajar di Solok Diringkus Polisi
-
Usai Dikeroyok Satpam Tempat Vaksinasi di GBK, Zaelani Dipaksa Teken Surat Damai
-
Mahasiswa Babak Belur Dikeroyok Satpam di GBK, Berawal Minta Sertifikat Vaksin Covid-19
-
Demi Dapat Sinyal Internet, Pelajar Belajar di Atas Atap Rumah Warga
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Taipei dan KDEI Kolaborasi Dukung Literasi Keuangan WNI di Taiwan
-
Kursumawati Sukses Bangun Kepercayaan Warga sebagai Agen BRILink di Simalungun
-
Tidak Ada Toleransi, Kapolda Sumbar Bakal Pecat Polisi yang Terlibat Narkoba
-
Warga Agam Diduga Jadi Korban Penyekapan di Myanmar dan Memohon Pulang
-
PBHI Serahkan Data Baru ke Ombudsman, Soroti Dokumen Kebencanaan Izin Tambang Andesit Kasang