SuaraSumbar.id - Mitos berhubungan seks saat hamil banyak beredar. Bahkan hingga kini masih dipercaya sebagian banyak pasangan. Padahal, kebenarannya belum terbukti secara ilmiah.
Tidak dapat dipungkiri juga kehadiran mitos bercinta saat hamil tersebut menjadikan beberapa pasangan merasa takut atau enggan berhubungan seks ketika hamil.
Namun, jangan khawatir. Jarcques Moritz, MD, direktur Endoskopi dan Divisi Ginekologi St. Luke’s-Roosevelt Hospital, New York, menyebut bahwa berhubungan badan saat hamil aman dilakukan.
“Hamil tidak harus menjadi alasan Anda berhenti menjalankan aktivitas seksual. Itu karena seks benar-benar aman dilakukan selama kehamilan normal tanpa komplikasi,” terangnya.
Berikut mitos berhubungan seks saat hamil yang dipercaya banyak pasangan
1. Bercinta Saat Hamil Bisa Melukai Kepala Bayi
Hayo, siapa yang masih berpikir seperti ini? Anda tidak sendirian. Faktanya, masih banyak pasangan yang percaya akan mitos yang satu ini.
Jangan khawatir lagi. Hal ini sama sekali tidak benar. Pada dasarnya, seks selama kehamilan tidak akan memengarunhi perkembangan bayi secara fisik maupun sarafnya.
Janin terlindungi dengan baik di dalam kantung ketuban dan dibalut oleh lendir di mulut serviks. Maka dari itu, penetrasi yang terjadi tidak akan menyentuh kepala janin, atau bahkan menyakitinya.
Baca Juga: Ingin Berhubungan Seks Saat Hamil, Perhatikan Empat Hal Ini
2. Gerakan Bercinta Membahayakan Janin
Ini juga tidak benar. Justru, endrofin yang dilepaskan dalam tubuh ibu setelah sesi bercinta akan membantu menyenangkan janin dalam kandungan juga. Meski memang, posisi bercinta perlu lebih diperhatikan demi kenyamanan bumil.
3. Janin Bisa Memergoki Pasangan Bercinta
Tidak ada bukti ilmiah jika janin akan sadar dan ingat bahwa orangtua mereka sedang bercinta. Hal ini juga disetujui oleh para pakar. Menurut mereka, janin memang bisa menangkap gerakan dan suara dalam rahim, tetapi belum bisa menafsirkan situasi yang terjadi. Jadi, tidak akan menyebabkan kerusakan fisik maupun psikologis baginya kelak.
4. Orgasme Bisa Sebabkan Keguguran
Kontraksi orgasme dan kontraksi persalinan adalah dua hal yang berbeda. Kram yang dirasakan setelah berhubungan seks merupakan hal normal terjadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
3 Bahan Saja! Resep Camilan Sehat Gunakan Pisang dan Cokelat
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara
-
30 Tahun Menanti Perbaikan Drainase, Warga Dadok Tunggul Hitam Kembali Diterjang Banjir Parah