SuaraSumbar.id - Hobi yang dibayar adalah pekerjaan yang didambakan semua orang. Lebih-lebih di tengah era digitalisasi, semua hobi nyaris bisa dijadikan uang. Bahkan, game online pun tak sedikit mendatangkan pundi-pundi rupiah.
Salah seorang mahasiswi Universitas Andalas (Unand) Padang bernama Siti Zakiah Hafiza hobi melukis. Siapa nyana, kegemarannya melukis kini mendatangkan rupiah yang tak sedikit.
Saat ini, dara 21 tahun itu menggeluti bisnis kostum lukis. Menurutnya, jiwa seni yang dimilikinya telah lahir sejak masih kecil. Semula, Zakiah Hafiza hanya senang mencoret-coret dinding.
Cerita ibunya dulu, kata gadis yang kerap disapa Fiza itu, dia kerap menggambar sesuka hati ketika masih kecil. Lama kelamaan, melukis menjadi hobi dan akhirnya ketika duduk di bangku SD, Zakiah kerap mengikuti berbagai lomba mewarnai.
"Kata ibu sih begitu. Dulu saya sering coret-coret dinding rumah. Masuk SD, selalu ikut lomba mewarnai, jadi kemampuan makin terasah dengan sendirinya," kata anak kedua dari dua bersaudara itu kepada SuaraSumbar.id, Sabtu (3/4/2021).
Berbekal hobi dan kepandaiannya dalam melukis, Fiza pun kepikiran untuk membuat kostum lukis yang memiliki daya jual. Biasanya, dia kerap membuat kostum lukis hanya di atas kertas. Dijadikan pajangan dan susah dibawa kemana-mana.
Secara berangsur dan mendapat dukungan sahabat, Fiza pun mengembangkan kostum lukis ke pakaian. Alhasil, bisnisnya pun merangkak pelan-pelan dan kini telah memberikan penghasilan yang lumayan.
"Awalnya hanya coba-coba dan teman-teman sangat mendukung. Akhirnya terus saya kembangkan hingga menjadi bisnis seperti sekarang," kata gadis kelahiran Batusangkar itu.
Bisnis kostum lukis mahasiswi semester akhir jurusan Antropologi di FISIP Unand itu, tentu saja tak selalu berjalan mulus. Banyak tantangan yang juga harus dilalui Fiza.
Baca Juga: 58 Siswa Positif Covid-19, SMAN 1 Sumatera Barat Disemprot Disinfektan
"Kendalanya pasti ada. Mulai dari mencari cat, mengkombinasikan warnanya dan sebagainya. Berkat keinginan kuat, Alhamdulillah sudah bisa sesuai yang diinginkan pelanggan," katanya.
Hobi dan bisnis kostum lukis itu juga yang membawa Fiza kerap mengikuti ivent-ivent kampus. Seperti bazar dan sebagainya. Menurutnya, semua yang dicapai hari ini tidak terlepas dari dukungan orangtua dan dorongan para sahabat.
Di tengah pandemi Covid-19 ini, Fiza mengaku masih menerima sekitar 20 hingga 30 orderan per bulannnya. Namun, sebelum pandemi melanda, orderannya bisa lebih banyak.
"Pesanan sekarang paling banyak berupa masker lukis, baju lukis dan pesanan untuk hadiah-hadiah," katanya.
"Pemasarannya melalui online seperti Instagram," sambungnya lagi.
Membantu Orangtua
Berita Terkait
-
Padang Diterpa Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil hingga Rumah Warga
-
5 Rumah Warga Kota Padang Ludes Terbakar, 45 Jiwa Terdampak
-
Jelang Ramadan, Ribuan Ustaz dan Garin Kota Padang Bakal Divaksin
-
BKSDA Sumbar Ungkap 2 Daerah yang Dicurigai Lokasi Penyiksaan Hewan Langka
-
Tertimpa Pohon Tumbang, Seorang Warga Tanah Datar Luka-luka
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara
-
30 Tahun Menanti Perbaikan Drainase, Warga Dadok Tunggul Hitam Kembali Diterjang Banjir Parah
-
Banjir Terjang Kota Padang, 2.033 Warga Dievakuasi
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Jambi