SuaraSumbar.id - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, bakal meniadakan pasar "pabukoan" pada bulan suci Ramadan 1442 Hijriah atau tahun 2021.
Pasar pabukoan adalah pasar dadakan yang cuma hadir di bulan Ramadan. Di sana-sana para pedagang menjajakan beragam makanan dan minuman yang diburu masyarakat untuk berbuka puasa.
Peniadaan pasar pabukoan ini dibenarkan Kepala Dinas Pasar, UMKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi, M. Idris. Menurutnya, kebijakan itu terpaksa dilakukan karena Pemkot Bukittinggi tidak memiliki lokasi yang representatif untuk menggelar pasar.
“Jika ada lokasi yang bisa dijadikan pasar pabukoan, kami bersedia untuk memfasilitasi,” katanya, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Senin (29/3/2021).
Sebelumnya, pusat pasar pabukoan di Bukittinggi berada di jalan Minangkabau atau sebelah bekas bioskop Gloria.
Tahun 2020, Pemkot Bukittinggi juga tidak menyediakan pasar pabukoan karena pandemi Covid-19. Kerumuman orang dikhawatirkan akan menyebarkan virus corona.
Berita Terkait
-
Ada Foto Ustaz Abdul Somad di Spanduk Yayasan di Rumah Terduga Teroris
-
7 Hal yang Membatalkan Puasa, Ketahui Agar Amalan Sah
-
Densus 88 Geledah Rumah di Bukittinggi, Diduga Lokasi Pergerakan Teroris
-
Pelaku Penusuk Pria di Kota Bukittinggi Diduga Gangguan Jiwa
-
Pria di Bukittinggi Ditusuk Saat Berjemur Pagi, Leher hingga Perut Luka
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
- 5 Pilihan Sepatu Skechers Tanpa Tali untuk Jalan Jauh, Harga Mulai Rp500 Ribu
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
5 Ciri-Ciri Anak Terpapar Ekstremisme Lewat Komunitas True Crime Community, Ini Penjelasan Densus 88
-
BNPB Dorong Percepatan Peralihan Huntara ke Huntap Pascabencana Sumbar, Ini Alasannya
-
933 Kasus Gigitan Rabies Tanah Datar Selama 2025, Hewan Peliharaan Jadi Sorotan
-
Huntara Korban Bencana Sumbar Dikebut Rampung Jelang Ramadhan, Agam Prioritas Utama
-
50 Alat Berat Dikebut Normalisasi Sungai di Sumbar, Cegah Banjir Susulan!