SuaraSumbar.id - Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat, Andre Rosiade mengaku telah menegur kader Gerindra yang juga Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni. Sebelumnya, Parizal dilaporkan seorang sopir ke polisi atas dugaan penamparan dan penodongan senjata api (senpi).
"Yang bersangkutan sudah kami berikan teguran keras dan sudah kami surati," kata Andre kepada Klikpositif.com - jaringan Suara.com, Selasa (2/3/2021).
Selain itu, anggota DPR RI asal Sumbar itu mengaku juga telah menyurati Mahkamah Partai Gerindra untuk melakukan pemeriksaan kepada Parizal Hafni.
"Kami sudah menyurati Mahkamah Partai di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Ini bukan peristiwa pertama," katanya.
Menurut Andre, oknum Ketua DPRD Pasbar itu telah bermasalah beberapa kali. Seperti dugaan pemalsuan Surat Keputusan (SK), dugaan permasalahan termogun dan terakhir dugaan penganiayaan warga.
"Kami memperingati seluruh kader Partai Gerindra agar tidak merusak nama baik partai ," tegasnya.
Menurutnya, seluruh kader Partai Gerindra harus berbuat untuk rakyat dan tidak boleh menyakiti hati rakyat sesuai dengan perintah Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Hamka (20), seorang sopir truk melaporkan seorang oknum pimpinan DPRD Pasaman Barat, ke polisi. Warga Kecamatan Sungai Aur itu mengaku ditampar dan ditodongkan senjata api (senpi).
Kabar itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, AKP Fetrizal. Dari laporan Hamka, peristiwa itu terjadi pada Kamis (25/2/2021) sekitar pukul 16.50 WIB.
Baca Juga: Alasan Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat Ogah Beli Mobil Dinas Baru
Kejadian dugaan penganiayaan itu berawal dari permasalahan truk yang dikemudikannya dengan mobil oknum pimpinan DPRD Pasaman Barat itu.
Lantas, wakil rakyat itu turun dan diduga menampar sopir truk tersebut. Tak hanya itu, bagian perut Hamka juga diduga ditodongkan senpi oleh ajudan pimpinan DPRD Pasaman Barat.
Hanya saja, kata AKP Fetrizal, pihaknya masih mendalami soal penodongan senpi tersebut.
"Informasi sementara, senpi itu ditodongkan ke arah perut sopir truk. Ini perlu pembuktian. Sebab, saksi belum diperiksa. Kemungkinan besok dilakukan pemanggilan saksi," katanya kepada SuaraSumbar.id, Jumat (26/2/2021).
Sementara itu, Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni, membantah menampar Hamka (20), seorang sopir truk yang melaporkannya ke polisi. Dia juga heran soal tudingan penodongan senjati api (senpi), seperti yang disampaikan Hamka ke jajaran Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat.
"Tidak benar saya menampar. Tampar dari mana, saya memang menepuk pelan bahunya, namun itu sebagai rasa upaya menghilangkan ketegangan si sopir ini dan menasehatinya waktu itu," kata Parizal saat dihubungi Klikpositif.com - jaringan Suara.com, Jumat (26/2/2021).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Terungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Dibawa ke Polda
-
Jaga Kesehatan Keluarga, BRI Berikan Healthcare Privilege Eksklusif Bersama Prodia
-
Menaker Dukung Program Magang Nasional BRI untuk Cetak Talenta Muda Siap Kerja
-
Solar Subsidi Diduga Dikumpulkan di Pessel untuk Dijual ke Jambi, Polisi Tangkap Pria 53 Tahun
-
DPO Sejak 2025, Mantan Pimpinan BPR JKT-Pariaman Akhirnya Diringkus