Insiden tersebut mengakibatkan lebih dari 7.000 orang menandatangani petisi yang menyerukan para anggota dewan untuk mengundurkan diri karena "perilaku yang mengerikan".
Dua hari setelah pertemuan, seluruh dewan mengundurkan diri, menurut Pengawas Distrik Sekolah Dasar Oakley Union, Greg Hetrick.
Dalam sebuah surat kepada orang tua, dia menyertakan permintaan maaf dan pernyataan dari tiga anggota dewan tersebut.
"Kami sangat menyesali komentar yang dibuat dalam rapat Dewan Pendidikan awal pekan ini," katanya.
"Merupakan tanggung jawab kami untuk mencontoh perilaku yang kami harapkan dari siswa dan staf kami, dan merupakan kewajiban kami untuk membangun kepercayaan dalam kepemimpinan Distrik; komentar kami mengecewakan Anda dalam kedua hal tersebut, dan untuk ini kami menawarkan permintaan maaf yang tulus," sambungnya.
Situs web dewan sekolah sekarang mengosongkan semua posisi anggota dewan tersebut dan saat ini sedang diambil alih oleh anggota dewan daerah untuk sementara.
"Tolong jangan biarkan kegagalan kami dalam penilaian membayangi pekerjaan luar biasa yang dilakukan oleh guru, administrator, dan karyawan kami yang bekerja keras," tandas Greg.
Berita Terkait
Pilihan
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
-
Gemuruh Erupsi Gunung Anak Krakatau Terdengar Hingga Pesisir Pandeglang: Bikin Rumah Bergetar
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
Terkini
-
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Siapkan Ragam Promo Menarik
-
Minuman Manis Tak Langsung Bikin Gagal Ginjal, Tapi Kebiasaan Ini Bisa Jadi Risikonya
-
Ekonomi Kerakyatan Terus Digerakkan, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun
-
Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya