SuaraSumbar.id - Sebanyak 14 orang keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 menggugat perusahaan Boeing di Chicago, Amerika melalui Kantor hukum Lex Justitia di Jakarta.
Pihak keluarga bekerjasama dengan Nolan Law Group, kantor pengacara yang berpusat di Chicago, Amerika.
Salah satu perwakilan keluarga korban SJ182 yang berdomisili di Sintang, Kalimantan Barat, Slamet Bowo mengungkapkan ia telah memilih Nolan Law Group menggugat perusahaan Boieng tanpa paksaan dari pihak manapun.
"Orangtua saya telah meminta saya selaku putra bungsu menyampaikan gugatan ini kepada Nolan Law Group melalui kantor perwakilan meraka Lex Justitia di Jakarta. Apapun hasilnya, semoga bisa mengobati luka keluarga kami meski kakak saya tidak akan kembali," ujar Bowo selaku adik kandung almarhum Mulyadi seperti dilansir dari klikpositif.com - jaringan Suara.com, Sabtu (6/2/2021).
Lex Justitia yang berkantor di Gedung Dana Graha Kawasan Menteng, Jakarta pusat, merupakan bagian tak terpisahkan dari kantor hukum Joni & Tanamas. Lex Justitia, khusus menangani kasus-kasus aviasi dan kecelakaan kerja skala internasional.
Di dalam Lex Justitia bergabung pengacara Zulchaina Tanamas SH, Konsultan hukum Pratisman SH serta Keizerina Devi Azwar SH serta beberapa orang junior lawyer yang siap membantu keluarga korban dalam memperjuangkan hak-hak mereka.
Kuasa hukum Keizerina Devi mengatakan diperlukan kejelian keluarga korban dalam memilih pengacara, sebab menurutnya tidak semua pengacara memperjuangkan hak-hak kliennya dengan baik.
Oleh sebab itu diperlukan kantor pengacara di Indonesia yang bertanggung jawab mendampingi klien dan menyampaikan setiap perkembangan kasus yang sedang ditangani oleh pengacara di Amerika tersebut.
Selain itu, dalam keterangannya, Nolan Law Group memiliki pengalaman dalam berbagai kasus aviasi, seperti kasus Garuda GA 152 yang jatuh di Medan dan Silk Air 185 di Palembang pada tahun 1997 lalu.
Baca Juga: Pakar: Ahli Waris Korban Sriwijaya Air Bisa Tuntut Perusahaan Boeing di AS
KecelakaanLion Air 386 di Riau dan Garuda GA421 yang jatuh di di Bengawan Solo pada tahun 2002, Mandala Airlines 091 yang jatuh di Medan tahun 2005, Garuda 200 yang jatuh di Jogjakarta tahun 2007.
lalu, kecelakaan Lion Air 904 di Bali tahun 2013, MH 17 di Rusia, MH370 yang hilang pada tahun 2014 dan Lion Air JT 610 pada Oktober 2018.
Berita Terkait
-
Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 asal Lampung Dapat Santunan
-
Resmi! Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Gugat Boeing di Pengadilan AS
-
Makamkan Adik dan Iparnya, Korban Sriwijaya Air, Yusdi: Sudah Takdir Allah
-
Pengacara Spesialis Penerbangan Perlu Dampingi Keluarga Korban SJ 182
-
Pakar: Ahli Waris Korban Sriwijaya Air Bisa Tuntut Perusahaan Boeing di AS
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
Terkini
-
WEF 2026 Jadi Panggung BRI Dorong Akselerasi Bisnis Fintech Nasional
-
BRI Serukan Pembiayaan UMKM Berkelanjutan di Forum Global WEF Davos 2026
-
5 Lipstik Pinkish Brown Manis yang Cocok untuk Semua Skin Tone
-
5 Lipstik Dear Me Beauty dengan Pilihan Warna Intens, Ringan dan Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
Huntara di Sumbar Resmi Ditempati, BNPB Pastikan Hak Logistik Warga Terpenuhi