Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Minggu, 03 Januari 2021 | 10:15 WIB
Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran foto bersama pada Milad ke-91 Madrasah Aliyah Kulliyatul Mubalighien Muhammadiyah (MA KMM). [Suara/Dok.Antara]

"Semoga semakin maju menjadikan santri memiliki imtaq dan imtek dalam mengabdi di tengah masyarakat," katanya.

Wakil Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar, Zainal Akil mengatakan, tujuan pondok pesatren Muhammadiyah adalah menyiapkan ulama dengan berbagai disiplin ilmu.

"Bisa saja ahli ekonomi dia ulama, bisa saja pesilat tapi dia juga ulama," sebutnya.

Menurut Zainal, keadaan asrama sangat penting dalam memberikan pendidikan berkarakter. Santri terkontrol dalam menanamkan ideologi Muhammadiyah, dan mendidik watak agar menjadi teladan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Terkait Maklumat Kapolri, Polda Bakal Pantau Kegiatan FPI di Sumbar

"Semoga akan lahir ulama-ulama seperti Buya Hamka, Adi Hidayat, Zakir Naik, Ahmad Deedad di Ponpes ini," katanya.

Kepala MA KMM Derliana mengatakan, sekolah itu pernah hanya memiliki 60 santri, namun saat ini telah mencapai 350 santri.

"Para santri mampu meraih prestasi nasional. Tamatan MA KMM setiap tahun dikirim ke luar negeri," katanya.

Bertepatan pada Milad ke-91, Ponpes Kauman melaunching program produk 4.0 dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama putra oleh wali kota dan Kakanwil Kemenag Sumbar.

(Antara)

Baca Juga: Libur Tahun Baru, Wisatawan Goa Putri Tembus Dua Ribu Orang

Load More