Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui

Bahkan, sejumlah kata mungkin terdengar biasa bagi orang yang tidak memahami bahasa Minangkabau, tetapi ternyata memiliki arti yang cukup sensitif.

Suhardiman
Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:25 WIB
Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui
Ilustrasi kata kasar dalam bahasa minang. [ChatGPT]
Baca 10 detik
  • Wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat perlu mengenali enam kosakata kasar dalam bahasa Minang agar tidak menyinggung warga lokal.
  • Kosakata seperti pakak, damam, anjiang, baruak, binalu, dan pantek dapat berubah menjadi umpatan penghinaan jika salah konteks.
  • Pemahaman yang baik mengenai norma kesopanan dan budaya lokal membantu pendatang menghindari kesalahan ucapan saat berkomunikasi.

SuaraSumbar.id - Sumatera Barat atau yang akrab disebut Ranah Minang menjadi salah satu daerah yang menarik untuk dikunjungi. Keindahan alam, budaya Minangkabau, hingga kuliner khas seperti rendang membuat wilayah ini selalu punya daya tarik bagi wisatawan.

Namun, ada satu hal yang juga penting diketahui sebelum berkunjung, yaitu bahasa dan etika berkomunikasi dengan masyarakat lokal.

Pasalnya, beberapa kata dalam bahasa Minang memiliki makna yang tergolong kasar jika ditujukan kepada seseorang. Bahkan, sejumlah kata mungkin terdengar biasa bagi orang yang tidak memahami bahasa Minangkabau, tetapi ternyata memiliki arti yang cukup sensitif.

Mengetahui kosakata tersebut bukan berarti untuk digunakan saat berbicara. Justru sebaliknya, pengetahuan ini dapat membantu wisatawan agar tidak salah ucap dan menyinggung masyarakat setempat.

Berikut sejumlah kata kasar bahasa Minang yang perlu diketahui.

1. Pakak

Kata pakak merupakan salah satu ungkapan kasar dalam bahasa Minang. Secara harfiah, kata ini berkaitan dengan kondisi tuli. Namun, ketika digunakan sebagai umpatan kepada seseorang, maknanya menjadi sebuah penghinaan.

Karena itu, sebaiknya tidak sembarangan menggunakan kata pakak ketika berbincang dengan masyarakat Minang, terutama jika belum memahami konteks percakapannya.

2. Damam

Dalam arti umum, damam berkaitan dengan kondisi demam atau sakit. Akan tetapi, dalam penggunaan sebagai umpatan, kata ini dapat digunakan untuk menghina atau merendahkan seseorang.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sebuah kata tidak selalu memiliki makna yang sama ketika digunakan dalam konteks berbeda.

3. Anjiang

Nama hewan juga dapat digunakan sebagai bentuk umpatan dalam bahasa Minang. Salah satunya adalah anjiang, yang berarti anjing.

Dalam percakapan biasa, kata tersebut tentu dapat digunakan ketika seseorang memang sedang membicarakan hewan. Namun, jika ditujukan kepada seseorang dalam konteks kemarahan atau penghinaan, maknanya berubah menjadi kata makian. Jadi, jangan karena terdengar unik kemudian ikut-ikutan mengucapkannya.

4. Baruak

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini