- Ahli gizi Sara Prato dan Melanie Betz menyatakan bahwa konsumsi dua hingga tiga cangkir kopi sehari aman dan menurunkan risiko penyakit ginjal kronis.
- Senyawa antioksidan dalam kopi terbukti membantu meningkatkan volume urin guna mencegah pembentukan batu ginjal pada manusia.
- Konsumsi kafein berlebihan berisiko meningkatkan tekanan darah tinggi yang dapat merusak fungsi organ ginjal secara langsung.
SuaraSumbar.id - Kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Secangkir kopi diminum pada pagi hari untuk membantu tubuh lebih segar, menemani bekerja, hingga menjadi teman bersantai pada sore hari.
Namun, di balik kebiasaan tersebut muncul pertanyaan yang cukup penting, apakah minum kopi setiap hari aman untuk kesehatan ginjal?
Ginjal merupakan organ penting yang berperan dalam menyaring kotoran dan cairan, serta menyeimbangkan elektrolit dalam tubuh. Salah satu cara untuk menjaga ginjal tetap sehat adalah dengan banyak meminum banyak cairan.
Cara ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada ginjal yang berpotensi menyebabkan penyakit ginjal kronis (CKD), yaitu hilangnya fungsi ginjal secara progresif yang mungkin memerlukan perawatan seperti dialisis untuk meniru peran ginjal.
Meski demikian, kita perlu mencermati jenis cairan yang diminum. Salah satu cairan yang pada masa kini banyak diminum masyarakat adalah kopi.
Melansir Antara, Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menyebut orang dewasa yang sehat dapat menikmati hingga 400 miligram kafein atau sekitar empat cangkir kopi per hari.
Ahli Gizi dialisis Sara Prato, M.S., RDN, CSR mengatakan sebuah bukti penelitian menunjukkan bahwa asupan kopi moderat, sekitar 2 hingga 3 cangkir standar 8 ons per hari, aman bagi sebagian besar orang dengan penyakit ginjal kronis dan bahkan dapat mendukung kesehatan ginjal.
“Jumlah yang tepat untuk setiap individu dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti tekanan darah, sensitivitas kafein, dan kesehatan secara keseluruhan," katanya.
Prato mengatakan bahwa kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa alami, termasuk asam klorogenik, polifenol, dan melanoidin, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.
“Banyak dari potensi manfaat ini berasal dari senyawa alami kopi, bukan kafein itu sendiri, itulah sebabnya kopi tanpa kafein dapat memberikan banyak manfaat yang sama dengan kafein yang jauh lebih sedikit," ujar Prato.
Hasil penelitian lainnya menyebut minum kopi dapat membantu menurunkan risiko terkena CKD.
Ahli gizi terdaftar yang berspesialisasi dalam pencegahan batu ginjal Melanie Betz, M.S., RD, CSR, FNKF, FAND menyampaikan sebuah meta-analisis menemukan bahwa orang yang minum 2 cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit ginjal.
Betz menyebut alasannya mungkin terkait dengan senyawa bermanfaat dalam kopi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif.
Bagi penderita penyakit ginjal misalnya, dia menyebut kopi membantu penderita penyakit ginjal, karena dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap perkembangan penyakit ginjal stadium akhir, protein dalam urin, dan kematian.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Prato yang menyebut jika meminum kopi secara teratur, anda mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena batu ginjal.