Tinggalkan Daerah Sumber Longsor Maninjau, 54 Warga Mengungsi di Pinggir Kelok 44 Agam

Sebanyak 54 warga dari Desa Kubuak Ladang Tinggi, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat longsor Maninjau.

Riki Chandra
Selasa, 06 Januari 2026 | 18:11 WIB
Tinggalkan Daerah Sumber Longsor Maninjau, 54 Warga Mengungsi di Pinggir Kelok 44 Agam
Posko pengungsian warga Desa Kubuak Ladang Tinggi di belokan Ke-42 Kelok 44 Maninjau, Kabupaten Agam. [Dok. Antara/ Al Fatah]
Baca 10 detik
  • Longsor Maninjau paksa 54 warga Kubuak Ladang Tinggi mengungsi di Kelok 44, Kabupaten Agam.
  • Pengungsi tinggal di tenda darurat pinggir jalan Kelok 42.
  • Pemerintah Agam siapkan relokasi aman pasca longsor Maninjau.

 

 

SuaraSumbar.id - Sebanyak 54 warga dari Desa Kubuak Ladang Tinggi, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat longsor Maninjau yang terjadi di wilayah hulu.

Daerah asal warga tersebut diketahui menjadi sumber longsor parah yang berdampak ke kawasan Tanjung Raya, Maninjau, sehingga memaksa puluhan keluarga mengungsi ke lokasi aman di Kelok 42 Kelok 44.

Pengungsian warga ini dilakukan sejak terjadinya longsor Maninjau besar pada Kamis (1/1/2026). Sebelumnya, wilayah tersebut sudah beberapa kali mengalami longsor, namun intensitas dan dampaknya tidak sebesar kejadian terakhir. Kondisi ini membuat warga memilih menjauh dari kawasan rawan demi keselamatan.

"Kami mengungsi sejak Kamis (1/1/2026) saat terjadi longsor besar, sebelumnya sudah terjadi juga beberapa longsor namun tidak sekuat yang terakhir. Ada 15 Kepala Keluarga (KK) dengan 54 jiwa yang mengungsi," kata warga, Syafrizal (54), Selasa (6/1/2026).

Dampak longsor Maninjau ini dirasakan langsung oleh kelompok rentan. Dari total pengungsi, tercatat enam orang lanjut usia (lansia), 16 pelajar, serta lima balita.

Para warga saat ini tinggal di tenda darurat yang didirikan di pinggir jalan, memanfaatkan badan jalan yang relatif sepi kendaraan pascabencana bencana hidrometeorologi.

Lokasi tenda pengungsian berada di halaman salah satu rumah warga, berbatasan langsung dengan badan jalan dan berjarak sekitar satu kilometer dari Desa Kubuak Ladang Tinggi. Kondisi ini dipilih karena dinilai lebih aman dari ancaman longsor susulan yang masih mengintai wilayah perbukitan.

"Tenda disumbangkan warga desa tetangga sebelah, sementara sembako dan matras diberikan pemerintah setempat. Kami diminta untuk bersedia pindah karena ancaman longsor masih ada," kata Syafrizal.

Pantauan di lapangan menunjukkan tebing bukit yang longsor memiliki lebar mencapai 300 meter. Di sejumlah titik masih terlihat bongkahan tanah yang retak dan berpotensi kembali runtuh sewaktu-waktu. Material longsoran tersebut mengancam kawasan aliran Muaro Pisang, Kecamatan Tanjung Raya Pasar Maninjau.

Ancaman lanjutan dari longsor Maninjau membuat Pemerintah Kabupaten Agam meminta warga Kubuak Ladang Tinggi untuk bersedia direlokasi secara permanen ke tempat yang lebih aman. Opsi relokasi ini disiapkan guna meminimalkan risiko korban jiwa apabila longsor kembali terjadi.

"Kami ditawari untuk mau pindah ke hunian sementara atau mencari lokasi aman untuk membangun rumah sendiri nanti dibantu pemerintah," kata Syafrizal.

Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis meninjau langsung lokasi sumber longsoran dan menyatakan akan segera menindaklanjuti kondisi tersebut bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

"Alhamdulillah kita sudah sampai ke lokasi yang menjadi hulu dari Muaro Pisang yang menjadi sumber banjir bandang di Maninjau, terjadi pelebaran di sepanjang aliran sungai dan ladang warga di perbukitan yang hancur. Kita siapkan teknisnya nanti bersama Pemerintah Provinsi Sumbar," kata Bupati.

Upaya penanganan dan mitigasi terus disiapkan agar dampak longsor Maninjau tidak kembali meluas dan membahayakan warga di wilayah hilir. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak