Update Korban Banjir dan Longsor Terbaru di Sumbar: 88 Orang Meninggal, 85 Hilang!

Jumlah korban jiwa bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah.

Riki Chandra
Sabtu, 29 November 2025 | 15:36 WIB
Update Korban Banjir dan Longsor Terbaru di Sumbar: 88 Orang Meninggal, 85 Hilang!
Suasan di pengungsian Kantor Lurah Silaiang Bawah, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025). [Suara.com/Saptra S]
Baca 10 detik
  •  Korban bencana Sumbar meningkat menjadi 88 meninggal dan 85 hilang.

  • Sebaran korban terbesar terjadi di Kabupaten Agam dengan 152 total.

  • Data bencana terus diperbarui Posko Terpadu sesuai kondisi terbaru.

     

SuaraSumbar.id - Jumlah korban jiwa bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah. Hingga Sabtu (29/11/2025) siang, tercatat 88 orang meninggal dunia dan 85 orang dinyatakan hilang.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan, data tersebut dihimpun berdasarkan laporan resmi dari kabupaten/kota terdampak.

Ia menambahkan bahwa data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.

"Data ini akan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru. Saat ini tercatat 88 korban meninggal dunia dan 85 orang masih hilang," ujar Arry, Sabtu (29/11/2025).

Ia menjelaskan, dari 16 kabupaten/kota terdampak, terdapat 10 daerah yang tidak ada korban jiwa maupun orang hilang. Sementara enam daerah lainnya melaporkan adanya korban jiwa dan orang hilang. Terbanyak ada di Kabupaten Agam.

Berikut rincian sebaran korban per kabupaten/kota di Sumbar:

- Kabupaten Agam: 74 meninggal, 78 hilang

- Kota Padang Panjang: 7 meninggal, 0 hilang

- Kota Padang: 5 meninggal, 0 hilang

- Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang

- Kabupaten Padang Pariaman: 0 meninggal, 1 hilang

- Kota Solok: 1 meninggal, 0 hilang

- Kab/Kota lainnya (10 daerah): nihil korban jiwa dan orang hilang — Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman, Kota Payakumbuh, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Aryy mengungkapkan perkembangan data korban, kerusakan, hingga kebutuhan penanganan darurat akan terus diperbarui secara berkala melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar.

Kontributor: Saptra S

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak