-
Korban banjir dan longor Sumbar bertambah, 61 meninggal dan 90 hilang.
-
Agam paling parah terdampak, puluhan meninggal dan puluhan masih dicari.
-
Lebih 75 ribu warga mengungsi, banyak wilayah masih terisolir.
SuaraSumbar.id - Data korban jiwa bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah. Pada Jumat (28/11/2025) malam, tercatat 61 korban meninggal dunia.
Kemudian, sebanyak 90 korban lainnya masih hilang, proses pencarian masih terus dilakukan tim gabungan. Wilayah terdampak bencana ini juga semakin meluas jadi 16 kabupaten dan kota.
"Data korban sampai malam ini sudah 61 korban meninggal dunia, 90 orang masih dicari," ujar Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab.
Ilham mengungkapkan, korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Agam. Rinciannya, ada 47 korban meninggal dunia. Data itu terus akan bertambah, mengingat masih banyak yang belum ditemukan.
"Di Kabupaten Agam 83 korban masih dicari," kata dia.
Selanjutnya korban meninggal dunia tersebar di Kota Padang lima orang, Padang Panjang tujuh orang, Kota Solok satu orang, Pasaman Barat satu orang.
"Pasaman Barat enam korban juga masih dicari," imbuhnya.
Ilham mengatakan, jumlah warga mengungsi mencapai 75.219 jiwa. Penanganan bencana dilakukan semaksimal mungkin dengan sumber data yang ada.
Ia menambahkan, masih ada wilayah yang terisolir, terutama di Kabupaten Agam dan Pasaman Barat. Hal ini dikarenakan banyaknya akses jalan yang rusak dampak bencana.
Kontributor: Saptra S