Bahaya Kurang Tidur Malam Hari, Bisa Merusak Otak hingga Jantung!

Kurang tidur telah terbukti menyebabkan kerusakan otak dan menekan kinerja jantung.

Riki Chandra
Jum'at, 31 Oktober 2025 | 18:50 WIB
Bahaya Kurang Tidur Malam Hari, Bisa Merusak Otak hingga Jantung!
Ilustrasi kurang tidur (Pexels).
Baca 10 detik
  •  Kurang tidur sebabkan kerusakan otak dan gangguan fungsi jantung.

  • Tidur cukup bantu stabilkan hormon, metabolisme, dan tekanan darah.

  • Begadang berisiko tinggi picu penurunan kognitif dan hipertensi.

SuaraSumbar.id - Malam hari yang kerap dijadikan momen bersantai setelah aktivitas padat ternyata menyimpan risiko serius. Sebab, kurang tidur telah terbukti menyebabkan kerusakan otak dan menekan kinerja jantung.

Pada malam yang seharusnya untuk istirahat, kebiasaan menggulir gawai atau maraton drama justru mendorong kecenderungan untuk begadang dan dampaknya jauh lebih luas daripada sekadar kantuk esok pagi.

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur tidak hanya membuat Anda merasa pusing saat bangun, tetapi juga menarget organ vital seperti otak dan jantung secara langsung.

Menurut dr. Ritu Jha dari Rumah Sakit Sarvodaya, kondisi tidur yang terfragmentasi menghambat proses "pembersihan limbah" otak suatu mekanisme penting bagi kestabilan fungsi memori dan kognisi.

Akibatnya, individu yang sering tidur kurang berisiko mengalami penurunan kognitif lebih cepat dari ekspektasi.

Tak hanya otak yang "merasa" imbasnya. Kondisi kurang tidur juga memberi beban besar pada system kardiovaskular.

Dr Praveen Kulkarni menjelaskan bahwa tidur yang buruk mengganggu keseimbangan hormon dan metabolisme, meningkatkan hormon lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon kenyang (leptin), serta menaikkan hormon stres (kortisol).

Kondisi ini memicu penumpukan plak pada arteri dan tekanan jantung yang berlebihan, membuka pintu risiko besar seperti penyakit jantung dan hipertensi.

Mengapa hal ini terjadi? Saat Anda tidur, tubuh melakukan ‘reset’ untuk sistem otak maupun jantung — memperbaiki sel-sel, menjaga irama detak jantung, mengatur tekanan darah. Namun ketika tidur tidak tercukupi, proses ini terganggu dan tubuh tetap dalam modus stres.

Untuk itu, para ahli medis menyarankan agar orang dewasa tidur minimal 7 hingga 8 jam per malam demi menjaga fungsi otak dan jantung tetap optimal. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini