Gunung Marapi Meletus 31 Detik, Warga Diminta Waspada Lahar Dingin

Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik.

Riki Chandra
Kamis, 11 September 2025 | 14:57 WIB
Gunung Marapi Meletus 31 Detik, Warga Diminta Waspada Lahar Dingin
Erupsi Gunung Marapi. [Dok. Istimewa]

SuaraSumbar.id - Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik.

Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini meletus pada Kamis (11/9/2025) pukul 10.05 WIB dengan durasi sekitar 31 detik.

"Erupsi pukul 10.05 WIB ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19.1 milimeter serta berdurasi sekitar 31 detik," kata Petugas PGA Gunung Marapi, Ahmad Rifandi.

Meski erupsi gunung berapi kali ini berlangsung singkat, PGA menekankan bahwa tinggi kolom abu vulkanik tidak dapat diukur karena tertutup awan. Status gunung saat ini berada di Level II atau Waspada. Artinya, masyarakat diimbau tidak berkegiatan dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas Gunung Marapi.

Selain potensi abu vulkanik, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan ancaman banjir lahar dingin, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung. Risiko ini meningkat saat hujan atau musim hujan.

"Tumpukan material akibat letusan gunung api dapat menyebabkan munculnya aliran air yang sewaktu-waktu berpotensi terjadinya banjir lahar dingin," kata Ahmad Rifandi.

Masyarakat diimbau menyiapkan masker untuk melindungi hidung dan mulut dari debu vulkanik, mengingat gangguan pada saluran pernapasan bisa terjadi saat hujan abu turun.

PGA juga menekankan bahwa kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat hujan lebat. Ancaman bencana gunung api di Marapi tidak bisa dianggap remeh, mengingat peristiwa serupa pada 11 Mei 2024 menelan puluhan korban jiwa akibat banjir lahar dingin.

Pemantauan intensif tetap dilakukan di pos-pos pengamatan, sementara warga dihimbau mematuhi peringatan dini gunung berapi dari pemerintah. Aktivitas wisatawan juga dibatasi ketat untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Marapi.

Ahmad Rifandi menegaskan, masyarakat harus tetap waspada dan mengikuti semua prosedur keselamatan.

"Kewaspadaan tetap harus dijaga karena Gunung Marapi masih berstatus Waspada, dan potensi bahaya bisa muncul kapan saja," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini