Dalami Kasus Polisi Tembak Polisi di Polres Selatan, Ini Kata Komnas HAM Sumbar

Komnas HAM terus mendalami kasus penembakan yang melibatkan anggota polisi di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat, pada Jumat (22/11/2024) lalu.

Riki Chandra
Rabu, 08 Januari 2025 | 20:24 WIB
Dalami Kasus Polisi Tembak Polisi di Polres Selatan, Ini Kata Komnas HAM Sumbar
Tampang AKP Dadang Iskandar saat digiring menghadiri jumpa pers di Polda Sumbar, Sabtu (23/11/2024). [Suara.com/Saptra S]

SuaraSumbar.id - Komnas HAM terus mendalami kasus penembakan yang melibatkan anggota polisi di Polres Solok Selatan, Sumatera Barat, pada Jumat (22/11/2024) lalu. Insiden ini diduga berkaitan dengan aktivitas tambang ilegal yang memicu konflik di antara aparat penegak hukum hingga menyebabkan tewaskan Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Kompol Anumerta Ryanto Ulil Anshar.

"Sampai hari ini, Komnas HAM masih mendalami kasus ini dan belum menemukan hubungan yang kuat dari peristiwa tersebut," ujar Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Sumbar, Sultanul, Rabu (8/1/2025).

Menurut Sultanul, pihaknya menelusuri sejumlah aspek, termasuk kepemilikan alat berat yang digunakan untuk operasi tambang ilegal di kawasan tersebut, izin operasional, dan alur distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk alat berat tersebut.

"Kami akan menelusuri apakah ada izin atau tidak, serta dari mana mereka mendapatkan BBM untuk mengoperasikan alat berat," katanya.

Penembakan ini diduga terjadi karena pelaku, Dadang Iskandar, tidak senang dengan tindakan korban, Kompol Anumerta Ryanto Ulil Anshar, yang menangkap seseorang terkait aktivitas tambang pasir dan batu ilegal di Solok Selatan.

Pada saat kejadian, pelaku menjabat sebagai Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Solok Selatan, sementara korban adalah Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim).

Hingga kini, Komnas HAM belum dapat memastikan siapa saja pihak yang terlibat langsung dalam aktivitas tambang ilegal tersebut, termasuk pemilik alat berat yang digunakan.

"Kita belum sampai menelusuri siapa yang ada di balik aktivitas tambang ini," tambah Sultanul.
Komnas HAM Terus Kumpulkan Bukti

Komnas HAM berkomitmen untuk menyelidiki lebih dalam kaitan antara kasus penembakan dengan tambang ilegal di Solok Selatan, termasuk kemungkinan adanya pihak yang sengaja memberikan izin atau membiarkan aktivitas tersebut berlangsung.

"Kami berharap investigasi ini dapat mengungkap fakta-fakta terkait penembakan anggota polisi di Solok Selatan, sehingga semua pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban," kata Sultanul. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak