“Tidak semua yang terlihat inovatif itu benar-benar orisinal,” kata Dony.
“Kadang, apa yang kita anggap inovatif ternyata sudah ada di tempat lain. Oleh karena itu, kami fokus pada produk yang benar-benar memiliki keunikan dan orisinalitas," katanya lagi.
Selama proses kurasi sejak awal tahun 2024, Dony tidak hanya meloloskan produk yang dianggap inovatif, tetapi juga yang memiliki nilai orisinalitas tinggi.
Produk yang dinilai kurang orisinal, seperti kerupuk lidah buaya dari SMKN 1 Suliki, diberikan asistensi untuk dikembangkan lebih lanjut agar memiliki varian baru yang unik.
Dony bersama tim ahli juga membuka peluang bagi siswa dan guru untuk mendaftarkan gagasan, bukan hanya produk jadi. “Kadang gagasan kecil justru lebih orisinal dan berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unik," tambahnya.
Di bidang desain grafis, misalnya, beberapa gagasan telah diloloskan dan dibantu untuk dikembangkan hingga siap dipresentasikan kepada calon investor. Expo yang diadakan pada 7-11 Agustus 2024 oleh Dinas Pendidikan Sumbar dengan dukungan dana dari Ketua DPRD Sumbar Supardi ini, diikuti oleh perusahaan-perusahaan dari berbagai negara seperti Malaysia, Jepang, dan Jerman.
Beberapa produk, seperti Smart House dari SMKN 2 Payakumbuh dan produk digital dari SMKN 4 Payakumbuh, telah mendapatkan respons positif dari calon investor. Muhammad Aris Saputra, siswa SMKN 2 Payakumbuh, dan Ranti Adina Sari, guru SMKN 4 Payakumbuh, menyebutkan bahwa mereka telah menjalin kontak dengan beberapa calon buyer dan investor, yang di antaranya berasal dari perusahaan dan instansi pemerintah.