Kolaborasi Lintas Benua: Menghidupkan Kembali Situs Menhir Lewat Seni

Jeff menenteng satu asoi (plastik) sampah di tangan kirinya. Ia bersama tiga rekannya, anak nagari Maek, baru saja membersihkan beberapa sampah di situs Menhir Balai Batu.

Riki Chandra
Selasa, 23 Juli 2024 | 14:57 WIB
Kolaborasi Lintas Benua: Menghidupkan Kembali Situs Menhir Lewat Seni
Penampilan di situs menhir nagari Maek, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar. [Dok.Istimewa]


“Dari batu, ada sejarah yang terseret-seret dengan jejak yang panjang. Memeluk menhir akan dirasakan resonansinya. Simbol yang terukir justru akan menyentak-nyentak arteri dalam melepaskan guruh sampai melewati Bukit Posuak.

MASA merupakan pencarian identitas dengan melakukan bolak-balik gerak, timbul-tenggelam bunyi dari hilir-mudik panggung.

MASA ingin menemukan simbol yang hilang pengertian oleh arus sungai. Mengklasifikasi bentuk batu yang meloncat-lenyap ke dalam hutan. Sekaligus, menyingkap narasi yang terkubur begitu dalam.”

Purnama menerangi Situs Menhir Balai Batu malam itu, memperkuat tata cahaya yang tampaknya berusaha menghadirkan suasana remang-remang senja. Setelah ‘puas’ berinteraksi dan menyambungkan diri dengan dengan menhir-menhir, para penari menyudahi pertunjukannya. Alunan musik berhenti. Sebagian penonton tampak terpana sesaat, sebelum memberi applaus. Para kerabat, orang tua, para penari anak nagari Maek, terpancar kebanggan di matanya.

Festival Maek yang dimulai sejak tiga hari sebelumnya Rabu 17 Juli 2024, resmi berakhir malam itu. Tapi bagi para penari dan pemusik, ini adalah awal baru.

“Kami akan buat karya sendiri nanti.” Demikian kata Dela Sevana, salah satu penari, ketika ditanya tim media sesaat sebelum pertunjukan dimulai. Begitu pula dengan Febi dan tim pemusik. Mereka punya rencana membuat komposisi musik lagi, dengan Maek bersama segala misteri dan kekayaan budayanya sebagai bahan baku. Ilmu yang mereka dapat dari para fasilitator bakal mereka kembangkan kedepannya, menjadi media bagi Maek untuk bicara pada dunia.

Jeff, Bianca, dan Janette, berpelukan dengan penari dan pemusik. Sinar purnama membuat wajah haru bercampur bahagia mereka tampak cukup jelas. Mereka baru saja terlibat dalam suatu peristiwa budaya bersejarah: site-specific performance kolaboratif yang jarang-jarang dipraktekkan di Indonesia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini