JNE Pengantar Asa Rajutan Penyandang Disabilitas, Jelajah Indonesia Tepat Waktu

Sejak sembilan tahun lalu, produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Silvia Piobang Handycraft sudah menjelajah berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri.

Riki Chandra
Sabtu, 29 Juni 2024 | 23:58 WIB
JNE Pengantar Asa Rajutan Penyandang Disabilitas, Jelajah Indonesia Tepat Waktu
Silvia, disabilitas yang melahirkan UMKM Silvia Piobang Handycraft di Kota Padang. Produksinya telah keliling Indonesia menggunakan jasa kurir JNE. [Dok.Suara.com]

SuaraSumbar.id - Sejak sembilan tahun lalu, produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Silvia Piobang Handycraft sudah menjelajah berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri. Jasa kurir PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) berperan besar dalam "menerbangkan" rajutan tangan seorang penyandang disabilitas yang membangun usahanya sejak 2015 silam.

Silvia Piobang Handycraft beralamat di Jalan Bali, Blok J Nomor 1 Wisma Indah I, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Pemiliknya bernama Silvia yang sudah 24 tahun hidup di atas kursi roda. Bisnis rumahan itu lahir pasca kecelakaan tragis merenggut fungsi kedua kakinya pada Mei 2001 silam.

Sejatinya, Silvia sudah mulai belajar merajut dengan saudaranya sejak 2005. Kemudian, tahun 2013, dia mengikuti kelas merajut offline berbayar. Namun, baru fokus membangun usaha rajutan sejak 2015 atau saat kembali menetap di Kota Padang.

"Awalnya sekadar mengisi waktu luang. Tidak kepikiran membangun usaha. Waktu kedua kaki masih berfungsi, tidak terpikir serius merajut begini," katanya kepada SuaraSumbar.id, awal Juni 2024.

Dukungan ibunya, Suryati (67) yang membuat Silvia bertahan dan kuat melewati hidup hingga berkarya. Lima tahun lamanya lulusan SMK 3 Padang itu tak bisa menerima kenyataan kehilangan kaki. Ia kerap emosional hingga berpikir mati dan bunuh diri.

"Wajarlah (ingin bunuh diri). Biasanya bisa kerja, jalan kemana-mana. Tiba-tiba sekarang harus di kursi roda. Semuanya dibantu Amak (ibu)," kenangnya.

"Kekuatan saya adalah ibu. Kasih sayangnya yang menjadikan saya kuat sampai detik ini," sambungnya lagi.

Perempuan 44 tahun mulai fokus merajut sejak 2013. Dia bergabung dengan sejumlah komunitas merajut di Kota Padang. Kemudian, belajar lewat online melalui grup-grup Facebook dan mengikuti kegiatan UMKM di kelurahan. Ide-idenya makin berkembang hingga menghasilkan ragam produk kerajinan tangan.

Akhirnya berdirilah "Silvia Piobang Handycraft". Nama usaha itu diambil dari namanya sendiri, yakni Silvia. Sementara "Piobang" adalah nama kampung halamannya; Nagari Piobang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Merek dagang Silvia juga telah dipatenkan dan terdaftar sebagai Hak kekayaan intelektual (HKI) di Kemenkumham RI sejak 2020 lalu.

Terbang ke Pulau Jawa hingga Kalimantan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini