Dua Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sumbar, Satu Tanpa Busana

"Saksi melihat sesuatu yang mengapung dan setelah didekati, terungkap bahwa itu adalah mayat seorang laki-laki tanpa pakaian," kata Aipda Ghafu.

Bernadette Sariyem
Senin, 13 Mei 2024 | 12:59 WIB
Dua Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sumbar, Satu Tanpa Busana
Ilustrasi mayat tanpa busana. [Banten Hits/Yogi Triandono]

SuaraSumbar.id - Dua penemuan mayat menggemparkan warga di Sumatera Barat pada Minggu (13/5/2024) pagi dan siang, dengan lokasi berbeda tetapi sama-sama menyisakan misteri yang mendalam.

Di Korong Kapalo Banda, Nagari Sungai Buluh Timur, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan hanyut di Sungai Batang Anai sekitar pukul 09.00 WIB.

Aipda Ghafu dari Bhabinkamtibmas Sungai Buluh menyatakan, mayat tersebut pertama kali dilihat oleh warga yang melintas dan tersangkut di aliran sungai.

"Saksi melihat sesuatu yang mengapung dan setelah didekati, terungkap bahwa itu adalah mayat seorang laki-laki tanpa pakaian," kata Aipda Ghafu.

Tim evakuasi gabungan dari kepolisian dan Basarnas telah mengirimkan jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Tidak jauh berbeda, sekitar pukul 12.25 WIB, warga kawasan Pantai Muaro Anai Pasir Jambak di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, juga menemukan mayat seorang perempuan dalam kondisi serupa, terapung tanpa busana.

Kompol Afrino, Kapolsek Koto Tangah, menjelaskan bahwa mayat tersebut ditemukan oleh tiga nelayan yang sedang mencari ikan.

"Mereka langsung menghubungi polisi setelah menemukan jasad tersebut," ungkapnya. Mayat wanita ini juga telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Kedua kasus tersebut kini sedang dalam penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenal korban diminta untuk melapor ke polsek terdekat atau langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk membantu identifikasi.

Kedua penemuan mayat ini menambah daftar panjang misteri yang belum terpecahkan di wilayah tersebut, memicu kekhawatiran di kalangan lokal mengenai keamanan dan kejadian serupa di masa mendatang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini