Festival Maek Kolaborasi dengan Koreografer Jerman, Masyarakat Maek Limapuluh Kota Antusias

Festival Maek bakal ditabuh 17-20 Juli 2024. Saat ini, masyarakat Maek tengah sibuk mempersiapkan festival yang akan berkolaborasi dengan koreografer Jerman itu.

Riki Chandra
Kamis, 09 Mei 2024 | 14:32 WIB
Festival Maek Kolaborasi dengan Koreografer Jerman, Masyarakat Maek Limapuluh Kota Antusias
Workshop kekaryaan Festival Maek. [Dok.Istimewa]

Penelitian dan penelusuran bukti-bukti arkeologi terkait menhir dan kebudayaan megalitik di Maek juga dilakukan oleh tim ahli. Tim ahli yang didampingi Ketua DPRD Sumbar Supardi juga telah menelurusi ‘nasib’ dari 7 tengkorak hasil eskavasi di Maek yang selama ini berada di UGM. Kini sampel dari kerangka tersebut telah dikirim ke Australia untuk dilakukan uji karbon.

Selain seni pertunjukan juga ada sejumlah program lainnya, seperti residensi penulis. Dua sastrawan yaitu Iyut Fitra dan Yudilfan Habib akan mengadakan residensi di Maek lalu menghasilkan karya sastra sebagai respon atas warisan budaya Maek.

Sementara itu, Wali Nagari Maek Efrizal Hendri Dt Pakiah, menyambut antusias pembukaan workshop. Menurutnya, untuk mempersiapkan event seperti Festival Maek memang dibutuhkan persiapan yang matang. Terlebih event itu adalah upaya bersama untuk mempromosikan dan mengembangkan pariwisata Maek.

“Kita sangat mendukung kegiatan ini,” ujarnya sambil memberi apresiasi pada lembaga-lembaga Nagari dan masyarakat Maek umumnya yang juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Lebih jauh, ia mengatakan workshop tersebut penting untuk menumbuhkan bakat seni di tengah generasi muda Maek untuk selanjutnya bisa berkarya mandiri dan menjadi bagian dari dunia pariwisata Maek.

“Ini adalah kesempatan langka, bisa bertukar ilmu dengan seniman-seniman kita dari luar dan dalam negeri. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya”, tambahnya.

Festival Maek sendiri adalah serangkaian kegiatan untuk menggali dan merayakan potensi warisan budaya Maek dengan festival sebagai acara puncak.

Sebagai informasi, di Maek terdapat banyak warisan budaya ‘unik’ selain menhir. Ada randai yang bisa dimainkan oleh perempuan dan laki-laki. Juga ada petatah petitih yang khusus dimainkan oleh kaum perempuan yang disebut badantang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini