Bagi orang yang tidak dapat melaksanakan shalat Tarawih karena kesibukan bekerja, tidak perlu merasa berdosa. Hal ini dikarenakan shalat tarawih hukumnya sunnah, sehingga tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Justru, dalam situasi ini, pahala dan ganjaran tetap dapat diperoleh karena mereka telah melakukan ibadah lain yang sifatnya wajib, yaitu bekerja mencari nafkah.
Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga termasuk dalam kategori jihad di jalan Allah, sehingga pahalanya pun besar.[Dr. Syauqi Alam, Hukum Meninggalkan Shalat Tarawih karena Alasan Pekerjaan, Nomor 7640 [Mesir; Dar Ifta Mesir: 2023].
Dengan demikian, orang yang meninggalkan shalat Tarawih karena melaksanakan pekerjaan lain juga mendapatkan pahala, sebab mencari nafkah untuk anak, istri, dan keluarganya.