Kembali Bahas Potensi Geothermal Gunung Talang yang Dulu Ditolak Warga, Wakil Bupati Solok: Hanya Masalah Komunikasi!

Keberadaan geotermal atau pembangkit listrik tenaga panas bumi Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), dinilai bisa berdampingan dengan aktivitas pertanian.

Riki Chandra
Jum'at, 13 Oktober 2023 | 17:58 WIB
Kembali Bahas Potensi Geothermal Gunung Talang yang Dulu Ditolak Warga, Wakil Bupati Solok: Hanya Masalah Komunikasi!
Wakil Bupati Solok yang juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok, Jon Firman Pandu. [Suara.com/ Riki Chandra]

Namun dia menyayangkan komunikasi awal saat pihak perusahaan yang akan menggarap geotermal di Gunung Talang tidak baik. Saat itu, stakeholder dari Pemkab Solok sedikit bersikap arogan kepada masyarakat.

Harusnya, kata Jon Pandu, masyarakat di kawasan Gunung Talang diberikan persuasi dan pemahaman komprehensif tentang potensi energi panas bumi yang tidak akan merusak lingkungan sekitar.
 
"Kalaupun proyek geothermal di Gunung Talang berjalan, kawasan yang dibutuhkan perusahaan tidak lebih dari 2 hektare untuk menggali lobang," jelasnya.

Jon menilai hingga saat ini ada sebagian kecil masyarakat yang menolak masuknya proyek geothermal di kawasan Gunung Talang dinilai karena ada provokasi dari pihak luar.

Selain itu, kata dia, ada juga sebagian kecil masyarakat yang termakan dengan provokasi pihak luar itu kemudian berusaha mempengaruhi masyarakat yang lain. Di mana mereka ditakut-takuti bila proyek geothermal masuk, lahan pertanian akan rusak, rumah mereka dipindahkan dan akan terjadi bencana alam.
 
“Hanya sebagian kecil masyarakat yang menolak. Karena masalah komunikasi saja. ‘Ada Yang Tertinggal’. Begitulah bahasanya. Lalu memprovokasi masyarakat yang lain,” katanya.
 
"Sebagai anak nagari di Salingka Gunung Talang serta berlatar belakang sebagai petani, saya mendukung hadirnya pembangunan proyek geothermal," pungkasnya.

Baca Juga:Kembangkan Sistem Aquaponik, Hasil Panen di Solok Makin Meningkat

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini