Inilah Fakta Mengejutkan Panji Gumilang Izinkan Natal di Masjid Al Zaytun Indramayu!

Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun belakangan ini menjadi sorotan publik, terutama terkait dengan pimpinannya, Panji Gumilang.

Chandra Iswinarno
Selasa, 13 Juni 2023 | 18:22 WIB
Inilah Fakta Mengejutkan Panji Gumilang Izinkan Natal di Masjid Al Zaytun Indramayu!
Potret cara salat Ied Pesantren Al Zaytun yang ramai diperbincangkan (Instagram)

SuaraSumbar.id - Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun belakangan ini menjadi sorotan publik, terutama terkait dengan pimpinannya, Panji Gumilang.

Melalui media sosial beredar pernyataan Panji yang memperbolehkan perayaan Natal di Masjid Al Zaytun Indramayu, yang menjadi kontroversi.

Sebuah cuplikan video pernyataan Panji Gumilang dibagikan oleh akun TikTok @pim_plan, menunjukkan bahwa Panji mengizinkan umat Kristen merayakan Natal di Al Zaytun Indramayu.

“Pada sekitar tahun 2010, rekan-rekan kita dari umat Nasrani meminta perlindungan dan izin untuk merayakan Natal di sini (Ponpes Al Zaytun) karena situasi di Jakarta saat itu sedang tidak kondusif," ungkap Panji Gumilang dalam khutbahnya yang dilansir, Selasa (13/6/2023).

Baca Juga:CEK FAKTA: Hari Ini Panji Gumilang Diseret Paksa MUI terkait Ponpes Al Zaytun?

Lebih lanjut, Panji Gumilang juga mengizinkan umat Kristen untuk merayakan hari raya tersebut di dalam masjid Rahmatan lil Alamin.

Dia mengatakan bahwa umat Nasrani tersebut datang dan bertanya, "'Bisakah kami merayakan Natal di Al Zaytun?' dan saya menjawab, 'Tentu, apakah ingin menggunakan masjid?'".

Pernyataan Panji tersebut mencakup reaksi pihak kepolisian setempat yang awalnya melarang kegiatan tersebut karena kondisi Jakarta yang rawan konflik. Meski demikian, Panji Gumilang tetap menegaskan komitmennya untuk mengizinkan acara tersebut.

Selain itu, Panji Gumilang juga ikut berpartisipasi dalam perayaan tersebut dengan bernyanyi bersama umat Nasrani.

Namun, ia menegaskan bahwa partisipasinya tidak berarti ia beralih agama.

Baca Juga:Pimpinan Ponpes Al Zaytun Sebut Indonesia Merupakan Tanah Suci, Muslim Tak Perlu Mati di Mekkah

“Saya bisa bernyanyi dalam perayaan Natal, tapi tidak perlu menjadi Nasrani. Dan Anda dapat merayakan Natal di Ma’had Al Zaytun, tanpa harus menjadi Muslim. Inilah namanya hidup bersama, meski banyak yang menentang,” tegas Panji Gumilang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini