Maka itu, lanjut Syahrul, Penas Tani dan Nelayan ke-16 di Kota Padang adalah momentum bagian untuk konsolidasi, potensi dan kekuatan pertanian di dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
"Kita sama tahu pak presiden selalu memberikan sangat perhatian serius terhadap masalah ketahanan pangan, khususnya pertanian dan semua jenis-jenis yang ada. Tidak ada yang lain negara besar ini tetap kokoh karena pertanian," imbuhnya.
"Tanggal 10-15 nanti ini menjadi puncak komunikasi emosional.
Saya anggap komunikasi emosional, (karena) bukan hanya konsepsi saja, tidak hanya idealis, tapi emosional," sambung Syahrul.
Ia menambahkan, ke depan akan ada fenomena El Nino, warning terhadap krisis pangan dunia dan berbagai serangan hama. Penas Tani dan Nelayan ini sangat penting untuk menyatukan visi untuk mengahadapi tersebut.
Baca Juga:8 Ribu Peserta Akan Hadiri Penas KTNA XVI di Padang Sumbar
"Semangat kita, kita semua hadir untuk menjaga bangsa ini sesuai petunjuk dan perintah presiden. Sama-sama kita bangkitkan untuk para petani seluruh Indonesia," ucap Syahrul.
"Penas Tani dan Nelayan ini bukan hanya ajang pameran saja seperti yang lalu lalang. Di sini ajang komunikasi kita yang diperbanyak, bahkan memberikan contoh bagaimana menghadapi cuaca, kondisi alam yang di hadapi 2023-2024," pungkasnya.
Kontributor: Saptra S