Pada 24 Agustus 2022 dilakukan biaya pelunasan sebesar Rp 24 juta yang dikirim via transfer. Satu bulan sebelum keberangkatan, pelaku yang mengaku dari travel umrah itu datang kembali ke rumah.
"Sebulan mau keberangkatan datang ke rumah, katanya ada tambahan biaya mendadak. Nanti kalau sudah berangkat umrah kemudian sakit atau apa, nanti uang dikembalikan lagi pas pulang umrah," ucapnya.
"Biaya tambahan itu bayar pakai kwitansi Rp 10 juta. Jadi total keseluruhan itu Rp 84 juta," sambung Dani.
Kedua korban dijadwalkan berangkat pada 7 April 2023. Namun terjadi tiga kali pengunduran keberangkatan tanpa ada alasan yang jelas.
Baca Juga:Sukses Bawa Timnas Indonesia Raih Medali Emas SEA Games, Indra Sjafri Dipanggil FIFA ke Brazil
Bahkan, satu hari jelang keberangkatan, pria tersebut kembali meminta uang tambahan sebesar Rp 12 juta. Biaya terkahir itu tidak bisa disanggupi oleh mertuanya karena diminta secara mendadak.
"Kalau mau berangkat harus membayar lagi. Alasan untuk tambahan biaya saja katanya. Tentunya tidak ada uang lagi, diminta pas sehari mau keberangkatan," kata dia.
"Padahal semua uang yang didapat mertua hasil kerja hanya ke ladang, pergi umrah dari hasil tabungan bekerja ke ladang tomat dan cabai. Ada dikumpulkan selama belasan tahunan," tambahnya.
Merasa ada yang janggal, korban mengkonfirmasi kapan akan diberangkatkan. Pria tersebut berjanji selesai Idul Fitri namun nyatanya tidak juga diberangkatkan.
Keluarga korban juga mendatangi alamat kantor Sianok Travel, namun dalam keadaan kosong dan tidak ada plang merek perusahaan sama sekali.
Baca Juga:Alun-alun Kidul Jogja Penuh Sampah, Sindiran Netizen Bikin Nyelekit
Dani mengatakan, dirinya telah mengkonfirmasi ke pihak perusahaan travel namun malah lepas tangan. Pihak perusahaan travel mengaku tidak ada kerja sama lagi dengan pria yang menawarkan paket umrah.