Sebut Pelajar SMK Tawuran Pakai Celurit Aksi Kriminal, Disdik Sumbar: Ini Bukan Lagi Kenakalan Remaja

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatra Barat (Sumbar), Barlius menilai tindakan siswa SMK yang terlibat aksi tawuran di Padang sudah masuk ke ranah kriminal.

Riki Chandra
Jum'at, 29 Juli 2022 | 17:53 WIB
Sebut Pelajar SMK Tawuran Pakai Celurit Aksi Kriminal, Disdik Sumbar: Ini Bukan Lagi Kenakalan Remaja
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius. [Dok.Istimewa]

SuaraSumbar.id - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatra Barat (Sumbar), Barlius menilai tindakan siswa SMK yang terlibat aksi tawuran di Padang sudah masuk ke ranah kriminal. Pihaknya pun menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

"Ini bukan lagi kenakalan remaja. Mereka ini sudah membawa senjata celurit dan bahkan sampai melukai dan membahayakan orang lain," kata Barlius, Jumat (29/7/2022).

Dia menyetujui para pelaku ditindak tegas sesuai aturan berlaku karena mereka sudah melampaui batas. Sanksi itu harus proporsional sehingga menimbulkan efek jera.

"Jadi pelajar (terlibat kriminal) yang sudah drop out dan tidak tercatat lagi di sekolah, maka itu bukan lagi wewenang sekolah, melainkan wewenang kepolisian," tuturnya.

Baca Juga:Pelajar Pelaku Tawuran di Padang Bakal Jadi Duta Anti Tawuran, Wali Kota Padang: Diberi Pemahaman dan Efek Jera

Barlius meminta agar pihak kepolisian agar terus mencari provokator dari penyerangan ini. Sebab sebelumnya ada penyerangan ini, kondisi sudah tenang, namun tiba-tiba muncul kembali penyerangan.

"Yang dibutuhkan saat ini adalah rasa aman dari semua pihak. Orang tua dalam hal ini juga memiliki peran penting untuk mencegah tawuran dengan cara mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah pun telah menanggapi soal kasus tawuran pelajar SMK di Kota Padang yang viral di media sosial (medsos), Kamis (28/7/2022).

Mahyeldi menilai, aksi anarkis siswa itu tak terlepas dari tanggungjawab kepala sekolah (kepsek) dan para orang tua.

Dengan kata lain, selama anak-anak mengikuti proses belajar mengajar merupakan tanggung jawab kepala sekolah. Kemudian jika di rumah adalah tanggung jawab orang tua.

Baca Juga:6 Pelajar SMK Terlibat Tawuran di Padang Diringkus, Ketua Penyerangan Masih Diburu

"Perlu pengendalian agar tidak terjadi tawuran pelajar. Jika di sekolah, kepala sekolah harus bisa mengendalikan. Kemudian orang tua juga harus bisa menjaga anaknya ketika di rumah," katanya.

Kontributor : B Rahmat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini