4 Efek Samping Terlalu Banyak Makan Daging, Termasuk Picu Kanker Usus Besar

Menyantap daging sapi dan kambing di Hari Raya Idul Adha memang tidak bisa dihindarkan.

Riki Chandra
Selasa, 12 Juli 2022 | 17:15 WIB
4 Efek Samping Terlalu Banyak Makan Daging, Termasuk Picu Kanker Usus Besar
Ilustrasi Daging Kurban. (Pixabay)

SuaraSumbar.id - Menyantap daging sapi dan kambing di Hari Raya Idul Adha memang tidak bisa dihindarkan. Bahkan, karena kelezatan daging, banyak juga orang-orang yang mengkonsumsinya setiap hari.

Kandungan yang ada di daging merah secara praktis memang sangat kaya. Protein dan banyak kandungan lain sangat penting untuk tubuh, sehingga tubuh bisa mendapatkan asupan nutrisi harian yang seimbang. Namun, harus dipahami juga bahwa ada efek samping yang berbahaya jika terlalu makan daging.

Berikut daftar efek samping jika terlalu banyak konsumsi daging, dikutip dari Suara.com.

1. Kolesterol Naik

Baca Juga:Hendak Jadi Hewan Kurban, Sapi Ini Malah Kabur ke Sungai

Kadar kolesterol yang turut dikonsumsi pada olahan-olahan daging menjadi masalah tersendiri yang harus disadari. Peningkatan kadar kolesterol ini juga harus disadari, sebagai penyeimbang dari kelezatan yang dirasakan.

Ketika kadar kolesterol di dalam tubuh meningkat, maka keluhan kesehatan akan mulai bermunculan. Mulai dari sakit kepala, rasa tak nyaman di tengkuk, hingga mudah kesemutan dan nyeri dada.

2. Peningkatan Berat Badan

Tanpa diimbangi gerakan tubuh yang intens, konsumsi daging berlebihan dapat membawa efek buruk berupa peningkatan berat badan yang tidak terkontrol. Tentu saja, obesitas akan muncul dalam bahasan terkait berat badan ini.

Secara berantai, kelebihan berat badan adalah kabar buruk untuk kesehatan Anda secara umum.

Baca Juga:Salurkan 1,5 Juta Paket Kurban, PKS Terima 2 Ekor Sapi Seberat 1 Ton dari Anies Baswedan

3. Rentan Kanker Usus Besar

Konsumsi daging berlebih, atau dalam ukuran umum sebanyak lebih dari 3 kali sehari, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Hal ini diungkapkan dalam salah satu penelitian yang dilakukan di universitas Harvard.

4. Risiko Bau Mulut

Seorang dokter mengungkapkan bahwa lemak yang ada di dalam daging bisa meningkatkan risiko bau mulut. Hal ini terjadi saat tubuh membakar lemak terlalu banyak, maka yang dihasilkan salah satunya adalah zat bernama keton. Keton ini yang kemudian berperan besar dalam bau mulut yang kurang sedap.

Meski sudah berkumur dengan cairan pembersih mulut dan menyikat gigi, bau ini tetap akan sulit dihilangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini