Nurani Perempuan Sebut Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Sumbar Meningkat

Nurani Perempuan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kasus kekerasan pada perempuan dan anak meningkat selama tahun 2021.

Riki Chandra
Rabu, 05 Januari 2022 | 18:34 WIB
Nurani Perempuan Sebut Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Sumbar Meningkat
Ilustrasi kekerasan fisik (Pexels/Karolina Grabowska)

Sedangkan sisanya sebanyak 18 kasus korbannya adalah perempuan dewasa. Untuk kasus KDRT sebanyak 47 kasus, 14 kasus korbannya adalah anak, 9 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Untuk kasus KDRT pada anak, bentuknya adalah fisik, psikis dan penelantaran sedangkan pelakunya adalah orang tua (Ayah dan Ibu). 

Dikatakan Merry, banyak orang berpikir bahwa kekerasan terjadi karena pendidikan masyarakat yang rendah, sehingga ada ketakutan untuk menolak terjadinya kekerasan. 

Data Nurani Perempuan menunjukkan bahwa para korban rata-rata sekolah dan berpendidikan tinggi, sebanyak 29 korban tamat SMA, 26 korban tamat SD, 20 korban tamat SMP, 16 korban S1, 8 korban belum sekolah, 3 korban D3, 1 korban SDLB dan 1 korban S2.

Data ini menggambarkan bahwa pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang bisa terhindar dari tindakan kekerasan berbasis gender, kekerasan berbasis gender terjadi karena adanya relasi kuasa yang timpang antara perempuan dengan laki-laki ditambah lagi budaya patriarkhi yang mengakar sangat kuat ditengah-tengah masyarakat. Sehingga para pelaku kekerasan dengan mudahnya membangun relasi yang tidak sehat (toxic) sebagai modus dalam menguasai korbannya. 

Baca Juga:Tiga Pencuri Mobil di Padang Ditembak Polisi

Sementara untuk Pelaku kekerasan pada tahun 2021 menurut data di Nurani Perempuan, ada 26 ragam pelaku dari 104 kasus dan semua itu adalah orang-orang terdekat (dikenal) korban, ada 8 kasus Incest (korban dan pelaku memiliki hubungan darah).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini