facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Malaysia Tangguhkan Perjalanan Umrah, Ini Alasannya

Riki Chandra Sabtu, 01 Januari 2022 | 18:15 WIB

Malaysia Tangguhkan Perjalanan Umrah, Ini Alasannya
Sejumlah orang melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 H di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi ditengah pandemi Covid-19, Minggu (24/5/2020). [AFP/

Kementerian Kesehatan Malaysia menangguhkan sementara izin perjalanan umrah. Kebijakan itu mulai berlaku sejak 8 Januari 2022 sampai dengan tanggal yang belum ditentukan.

Dari 64 kasus infeksi COVID-19 varian Omicron ini, sebanyak 32 kasus (50 persen) terdeteksi pada jamaah umrah.

"Depkes menginformasikan bahwa Institute of Medical Research (IMR) telah melakukan tes PCR terhadap 1.077 sampel kasus positif COVID-19 di kalangan pelancong dari 21 hingga 29 Desember 2021," katanya.

Sebanyak 966 di antaranya telah menunjukkan kemungkinan (dugaan) varian Omicron dan saat ini sedang menunggu hasil uji pengurutan lengkap (WGS).

Dari 966 sampel, 750 atau 77,6 persen melibatkan sampel pelancong yang datang dari Arab Saudi.

Baca Juga: Kasus Pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia, Polisi Militer TNI AU Tetapkan Sersan S Tersangka

Khairy mengatakan hingga 30 Desember 2021, terdapat sembilan klaster yang terjadi yang melibatkan jamaah umrah lima klaster melibatkan kasus indeks yang diverifikasi varian Omicron, satu klaster yang melibatkan kasus indeks Presumptive Omicron - menunggu hasil pengurutan genome menyeluruh (WGS).

Sedangkan tiga klaster yang terlibat kasus indeks positif COVID-19 bukan varian Omicron.

Pertemuan besar-besaran yang melibatkan jamaah haji dari berbagai negara selama berada di Arab Saudi membuat jamaah haji tersebut berisiko tinggi terkena infeksi COVID-19 termasuk varian Omicron.

Situasi ini menyulitkan jamaah haji untuk mematuhi SOP umrah yang telah ditetapkan oleh pemerintah Malaysia.

Jamaah umrah mungkin juga telah terinfeksi selama berada di Arab Saudi tetapi masih dalam masa inkubasi infeksi menyebabkan tes penyaringan sebelum kembali ke Malaysia masih negatif.

Baca Juga: Sejarah Terbentuknya AFF dan Bergulirnya Piala AFF

Banyaknya kedatangan umrah Malaysia sekitar 800 hingga 1.000 sehari (menggunakan empat penerbangan khusus) semakin meningkatkan risiko masuknya kasus COVID-19 dan varian Omicron ke negara tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait