alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Amerika Serikat Kecam Rencana Israel Bangun 1.300 Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

Riki Chandra Rabu, 27 Oktober 2021 | 21:15 WIB

Amerika Serikat Kecam Rencana Israel Bangun 1.300 Pemukiman Yahudi di Tepi Barat
Rumah-rumah milik warga Palestina digusur pemerintah Israel. (BBC Indonesia)

Amerika Serikat menentang keras rencana Israel memperluas wilayah pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang didudukinya.

SuaraSumbar.id - Amerika Serikat menentang keras rencana Israel memperluas wilayah pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang didudukinya. Kecaman itu disampaikan pada Selasa (26/10/2021).

Amerika Serikat menilai tindakan tersebut merusak masa depan perdamaian antara Israel dan Palestina.

Mengutip Suara.com, kecaman itu merupakan kritik paling keras yang pernah dilontarkan pemerintah Presiden Joe Biden selama ini terhadap kebijakan Israel menyangkut permukiman.

"Kami sangat risau terhadap rencana pemerintah Israel untuk menambah ribuan unit permukiman besok, Rabu, yang banyak di antaranya berada di Tepi Barat," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price saat acara jumpa pers.

Baca Juga: India Beli Sistem Rudal Rusia, 2 Senator AS Desak Joe Biden Tak Jatuhi Sanksi ke China

"Kami sangat menentang perluasan permukiman, yang betul-betul tidak sejalan dengan upaya untuk menurunkan ketegangan dan menjaga ketenangan, dan langkah itu merusak prospek penyelesaian dua-negara," kata Price.

Kedutaan Israel di Washington belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Israel pada Minggu (24/10) menerbitkan tender pembangunan 1.300 rumah baru di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Otoritas Israel juga diperkirakan akan membahas proposal mengenai pembangunan 3.000 rumah lainnya.

Washington terus menekankan pandangannya secara langsung mengenai masalah itu kepada para pejabat tinggi Israel, kata Price.

Baca Juga: AS Kecam Rencana Israel Bangun 1.300 Pemukiman Yahudi Di Tepi Barat

Perundingan perdamaian Israel-Palestina yang didukung AS buyar pada 2014.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait