alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tragis! Satpam Tembak Kepala Siswi SMA hingga Tewas Saat Bekelahi

Riki Chandra Sabtu, 02 Oktober 2021 | 08:15 WIB

Tragis! Satpam Tembak Kepala Siswi SMA hingga Tewas Saat Bekelahi
Ilustrasi police line [Shutterstock]

Kepala seorang siswi SMA berusia 18 tahun ditembak oleh satpam sekolah lantaran dia berkelahi dengan gadis berusia 15 tahun di area sekolah.

SuaraSumbar.id - Kepala seorang siswi SMA berusia 18 tahun ditembak oleh satpam sekolah lantaran dia berkelahi dengan gadis berusia 15 tahun di area sekolah.

Mengutip Suara.com, Jumat (1/10/2021), wanita bernama Mona Rodriguez ini mengalami mati otak dan diperkirakan tidak akan selamat, kata keluarganya.

Mona adalah seorang ibu dari bayi berusia 5 bulan dan kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Ketika ditembak, ia bersama pacarnya dan juga saudaranya yang berusia 16 tahun.

Ia dilaporkan berkelahi dan aksinya dibubarkan oleh satpam sekolah. Ia kemudian naik ke mobil bersama saudara laki-lakinya dan ayah dari anaknya, Rafeul Chowdhury.

Baca Juga: 4 Siswi SMA Jayapura Diduga Diperkosa Pejabat, Pelaku Menganggap Korban Seperti Barang

Video amatir menunjukkan petugas melepaskan dua tembakan ke mobil yang hampir menabraknya saat melaju dari tempat parkir.

Keluarga Rodriguez menuntut keadilan di luar sekolah dan Chowdhury mengatakan ia sudah berusaha untuk memiliki anak selama beberapa waktu namun peristiwa ini terjadi.

"Dan sekarang kita melakukannya, dan sekarang dia pergi," katanya dengan memilukan. “Saya baru saja melangkah sekarang dan memainkan peran ibu dan ayah, dan menjaga putra saya tetap kuat.”

Pria 20 tahun ini mengatakan, petugas telah mengancam dua gadis yang berkelahi dengan semprotan merica.

Gadis-gadis itu berhenti, katanya, dan petugas itu tidak pernah mengancam akan menggunakan senjata itu sebelum menembak.

Baca Juga: Siswi SMA Dinyinyirin Gegara Merias Pengantin, Pas Lihat Hasil Make Up, Semua Melongo

"Yang kami lakukan hanyalah masuk ke mobil dan pergi," kata Chowdhury. “Dia tidak pernah menyuruh kami untuk berhenti dan caranya menembak kami, itu tidak benar.”

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait