alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Perang Lawan Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Belum Mau Bantuan Asing

Riki Chandra Rabu, 07 Juli 2021 | 14:57 WIB

Perang Lawan Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Belum Mau Bantuan Asing
Sejumlah kendaraan bermotor menerobos bagian jalan yang tidak tertutup beton di posko penyekatan tanpa penjagaan petugas di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (5/7/2021). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan sudah menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas untuk penanganan Covid-19.

SuaraSumbar.id - Pemerintah masih percaya dengan kemampuan sendiri untuk mengantisipasi dan mengatasi lonjakan Covid-19 yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Atas dasar itu, pemerintah belum membuka peluang negara lain atau asing dalam memerangi pandemi.

Hal itu ditegaskan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto.

"Terkait dengan kesiapan kesehatan, pemerintah masih percaya bahwa dengan kemampuan nasional kita bisa menyelesaikan berbagai persoalan ini," kata Airlangga dalam jumpa pers virtual, Rabu (7/7/2021).

Menko Perekonomian itu juga mengatakan pemerintah melalui Menteri Kesehatan sudah menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk meningkatkan kapasitas untuk penanganan Covid-19, sehingga ia yakin masih cukup mengatasi ledakan pandemi.

Baca Juga: Generasi Muda Bisa Berantas Korupsi di Indonesia

"Pemerintah terus meminta kepada seluruh kabupaten/kota, kemarin sudah diminta oleh menteri kesehatan agar kapasitas rumah sakit untuk penanganan covid itu ditingkatkan di level 40 persen, termasuk kesiapan dari peralatan medisnya," ucapnya.

Diketahui, PPKM Darurat saat ini hanya diterapkan di seluruh daerah Pulau Jawa dan Pulau Bali mulai 3-20 Juli 2021 yang dikomandoi oleh Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan.

Sementara daerah lain di luar pulau Jawa dan Bali diterapkan Pengetatan PPKM Mikro mulai 6-20 Juli 2021.

Pada Selasa (6/7) kemarin, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 31.189 orang. Untuk kasus aktif menyentuh angka 324.597.

Sejak kasus pertama total kasus positif sebanyak 2.345.018, sembuh 1.958.553, dan wafat 61.868 jiwa. (Suara.com)

Baca Juga: KPK dalam Utak-Atik Tes Wawasan Kebangsaan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait