Ketua Kadin Sumbar, Ramal Saleh pun berharap pembangunan Tol Padang-Pekanbaru rampung. Dia juga berharap masyarakat dan semua pihak melihat tol dengan 'jernih' dan mendukung penuntasannya.
Sampai saat ini, kata Ramal, pembebasan lahan pembangunan tol masih menjadi kendala dalam mempercepat proyek prioritas Presiden Jokowi itu.
"Saya sering katakan, yuk bersungguh-sungguh. Ajak masyarakat berkomunikasi dan berdiskusi. Menurut saya, tidak ada masyarakat yang menentang kehadiran tol ini," tuturnya.
Tuntaskan Persoalan Lahan
Baca Juga:Ditantang DPRD Selesaikan Tol Padang-Pekanbaru, Wagub Sumbar: Harus Bersama
Masalah pembebasan lahan di Kabupaten Padang Pariaman memang masih menjadi kendala dalam kelanjutan pembangunan proyek Tol Padang-Pekanbaru. Namun pada prinsipnya, masyarakat di daerah seksi I ruas Tol Padang Pariaman-Sicincin itu mendukung pembangunan tol.
Hal itu dinyatakan Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur. Pihaknya mengaku telah melakukan mediasi lebih lanjut dengan para pemilik lahan.
"Alhamdulillah kami sudah melakukan mediasi dengan pemilik lahan, terutama masyarakat yang ada di Lubuk Alung. Tapi melalui wali nagari setempat, sudah diselesaikan," katanya.
![Sebagian jalur Tol Padang-Pekanbaru di seksi I sudah dalam masa pengerasan. [Suara.com/B. Rahmat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/03/20/56895-tol-padang-pekanbaru.jpg)
Bupati yang baru dilantik itu mengakui, di kawasan Lubuk Alung memang banyak tanah adat dan tanah pusako tinggi (tanah kaum adat) yang mayoritas tidak memiliki surat-surat.
"Masyarakat mendukung. Tinggal lagi melakukan pendekatan dan Insya Allah selesai. Yang bermasalah hanya satu atau dua saja," katanya.
Baca Juga:Polemik Tol Padang-Pekanbaru, DPRD Sumbar Segera Panggil Gubernur Mahyeldi
Suhatri Bur pun membatah tegas kabar penghentian pembangunan Tol Padang-Pekanbaru di seksi I Padang Pariaman-Sicincin tersebut. Pihaknya bahkan masih memfasilitasi pembayaran ganti rugi lahan. "Kami berharap tahun 2021 pembebasan lahan tuntas," katanya.