alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Din Syamsuddin Dituduh Radikal, PP Muhammadiyah Turun Tangan

Eko Faizin Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:12 WIB

Din Syamsuddin Dituduh Radikal, PP Muhammadiyah Turun Tangan
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Din Syamsuddin. [YouTube/MAHUTAMA]

Tuduhan itu lantas direspons banyak kalangan.

SuaraSumbar.id - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dituduh sebagai sosok radikal. Tuduhan itu lantas direspons banyak kalangan.

Termasuk PP Muhammadiyah. Untuk menyikapi hal itu, PP Muhammadiyah akan menerjunkan para pengacara handal untuk melawan GAR ITB yang telah melayangkan tuduhan radikal kepada Din Syamsuddin.

Adanya laporan tuduhan radikalisme itu menjadi perhatian lantaran sekelompok orang yang menamakan GAR ITB tersebut dinilai bisa menjadi cara pembunuhan karakter terlebih tuduhan radikalisme masih berdimensi luas.

“Saya merasa terharu, dan berterima kasih serta memberikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah lewat Majelis Hukum dan HAM yang menunjukan perhatian, simpati dan dukungan pada saya dalam menghadapi masalah yang sedang saya hadapi,” ucap Din Syamsuddin dikutip dari Hopis.id--jaringan Suara.com, Sabtu (20/2/2021).

Lebih lanjut, Din sendiri menilai jika GAR Alumni ITB melakukan tuduhan radikalisme kepada dirinya masih sangat berdimensi luas dan bisa menjadi salah satu cara pembunuhan karakter.

Karena tak hanya pada dirinya, melainkan bisa berpengaruh pada Muhammadiyah.

“Langkah hukum yang cerdas dan elegan seperti yang akan dilakukan oleh Tim Advokasi menjadi sangat penting, namun sesuai dengan watak Muhammadiyah yang wasathiyah dan sekaligus kepada warga Muhammadiyah, dan para pendukung saya untuk tetap tenang, mengedepankan akal untuk menjadikan kita kaum berakal,” pesan Din.

“Maka dengan Bismillahirahmanirahim saya memberikan kuasa kepada Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah dan para advokat yang tergabung di dalamnya. Semoga langkah kita ini adalah langkah yang membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi bangsa dan negara,” sambung dia.

Komentar

Berita Terkait