alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tensi Darah Tinggi, Wali Kota Payakumbuh Ngotot Disuntik Vaksin Covid-19

Riki Chandra Senin, 08 Februari 2021 | 13:35 WIB

Tensi Darah Tinggi, Wali Kota Payakumbuh Ngotot Disuntik Vaksin Covid-19
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi saat menjalani penyuntikan vaksin. [Dok.Antara]

Riza getol ingin divaksin agar masyarakat tetap percaya kalau vaksin itu aman dan tidak menilai bahwa dia mencoba untuk mencari cara untuk tidak divaksin.

SuaraSumbar.id - Wali Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Riza Falepi tetap ngotot disuntik vaksin Covid-19. Padahal, tensi darahnya sempat tinggi saat pemeriksaan kesehatan awal.

"Tadi saya memutuskan untuk tetap divaksin. Awalnya rekomendasi dari petugas memang saya tidak dapat melanjutkan karena sedang tensi tinggi," kata Riza saat pelaksanaan pencanangan vaksinasi Covid-19 di Payakumbuh, Senin (8/2/2021).

Saat pemeriksaan awal, tensi darah politisi PKS ini sempat mencapai 150. Namun, Riza tetap ngotot divaksin sehingga harus mendapatkan pemeriksaan dan kontrol lanjutan dari petugas kesehatan.

Riza getol ingin divaksin agar masyarakat tetap percaya kalau vaksin itu aman dan tidak menilai bahwa dia mencoba untuk mencari cara untuk tidak divaksin.

Baca Juga: Innalillahi, Nakes di Cilacap Meninggal Usai Divaksin Covid-19

"Saya kan wali kota, jangan sampai masyarakat menganggap bahwa saya mencari alasan untuk tidak divaksin. Sekarang kalau saya sudah divaksin tentu tidak ada lagi gonjang ganjing tentang hal itu," ujarnya dikutip dari Antara.

Menurutnya, Pemkot Payakumbuh siap untuk menyukseskan program vaksinasi Covid-19 tanpa melepaskan tanggung jawab untuk mengamankan masyarakat.

"Insyaallah vaksinasi ini baik, hingga saat ini juga belum ditemukan kejadian aneh setelah divaksin. Di Sumbar saja sudah ribuan yang divaksin, tapi belum ditemukan satupun kejadian setelah divaksin itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh, Bakhrizal mengatakan, Wali Kota Riza tetap divaksin karena memang ada pemeriksaan lanjutan.

"Memang tadi sempat tinggi, tapi setelah di cek kembali tensi beliau masih sesuai dengan syarat untuk tetap di vaksin. Hal ini memang karena beliau sangat ingin divaksin agar masyarakat juga percaya dengan vaksin ini," ujarnya.

Baca Juga: Tak Hanya Nakes, Tenaga Program Vaksinasi Juga Bakal Dapat Insentif

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait