IPW Bongkar Sosok Kapolri dan Wakapolri yang Disiapkan Istana

Bagaimana pun Presiden Jokowi patut mencermati situasi dan dinamika yang berkembang.

Riki Chandra | Muhammad Yasir
Rabu, 06 Januari 2021 | 09:35 WIB
IPW Bongkar Sosok Kapolri dan Wakapolri yang Disiapkan Istana
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

SuaraSumbar.id - Komjen Pol Gatot Eddy dan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo merupakan dua sosok yang akan berduet menjadi Kapolri dan Wakapolri menggantikan jabatan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang sebentar lagi pensiun.

Hal itu diungkapkan Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Menurutnya, gagasan dari lingkungan Istana Kepresidenan mendorong Gatot yang kini menjabat sebagai Wakapolri naik menggantikan Idham Azis sebagai Kapolri.

Sedangkan, Listyo yang kini menjabat sebagai Kabareskrim Polri naik menggantikan posisi Gatot.

"Dari pantauan IPW gagasan ini semakin serius dibahas kalangan Istana atau kalangan dekat Presiden Jokowi menjelang penyerahan nama Kapolri baru ke DPR," kata Neta kepada wartawan, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga:IPW: Istana Gagas Gatot Eddy dan Listyo Jadi Kapolri dan Wakapolri

Neta juga menyebut dari kalangan internal Polri justru berharap Presiden Joko Widodo alias Jokowi dapat memilih jenderal senior sebagai Kapolri. Begitu juga untuk posisi Wakapolri diharapkan dipilih dari jenderal senior dan bukan jenderal junior.

"Dengan demikian proses suksesi di Polri berjalan tanpa gejolak dan tanpa keresahan," ujar Neta.

Gatot diketahui merupakan jenderal bintang tiga lulusan Akpol angkatan 88. Sedangkan Listyo merupakan jenderal bintang tiga lulusan Akpol angkatan 91.

Neta mengatakan, proses suksesi di Polri kali ini sangat berbeda dengan suksesi sebelumnya. Sebab, suksesi Polri diwarnai situasi sosial politik yang penuh dengan dinamika, seperti kemunculan kelompok-kelompok garis keras keagamaan.

"Bagaimana pun Presiden Jokowi patut mencermati situasi dan dinamika yang berkembang. Sehingga Kapolri yang dipilih tidak rentan terhadap masalah dari dinamika sosial politik yang berkembang tersebut," katanya.

Baca Juga:Dua Kasus Besar Warisan Idham Azis untuk Kapolri Baru

Atas hal itu, Neta berpendapat bahwa Jokowi semestinya tidak hanya memilih figur calon Kapolri yang loyal. Melainkan, juga figur yang dinilai mampu mengkonsolidasikan internal Polri dengan kapabilitasnya yang disegani senior maupun juniornya.

"Selain itu figur yang dekat dengan tokoh tokoh masyarakat dan memiliki jam terbang yang tinggi dalam menjaga keamanan masyarakat. Sehingga keberadaan kapolri tersebut tidak menjadi beban sosial bagi Presiden hingga usainya masa jabatan Jokowi di 2024," katanya.

(Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini