Suhardiman
Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB
Easycash MOJANG kepada mahasiswa dan UMKM di Kota Padang. [Ist]
Baca 10 detik
  • PT Indonesia Fintopia Technology bersama AFTECH mengedukasi mahasiswa dan UMKM di Kota Padang pada November 2026.
  • Kegiatan tersebut bertujuan mengatasi kesenjangan literasi keuangan Sumatera Barat yang berada di angka 76,6 persen.
  • Program ini memperkenalkan Modul Bijak Keuangan untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan arus kas dan pinjaman digital secara bijak.

SuaraSumbar.id - PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) memperkuat edukasi literasi keuangan bagi masyarakat melalui pengenalan Modul Bijak Keuangan (MOJANG) kepada mahasiswa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Padang, Sumatera Barat.

Program edukasi tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dalam kegiatan Indonesia Fintech Youth Community (INFINITY) dan Fintech UMKM Jalan Terus (FULUS) 2026.

Kedua kegiatan mengangkat tema "Fintech untuk Masa Depan Keuangan Digital: Kenali Manfaat serta Risiko Penggunaannya" dan diikuti lebih dari 200 peserta.

FULUS menyasar pelaku UMKM dan digelar pada 4 November 2026, sedangkan INFINITY ditujukan bagi mahasiswa dan berlangsung di Universitas Andalas pada 5 November 2026.

Berdasarkan data OJK per Agustus 2026, indeks inklusi keuangan masyarakat Sumatera Barat mencapai 95,3 persen. Namun, indeks literasi keuangan masih berada di angka 76,6 persen.

Kesenjangan sekitar 19 poin persentase tersebut menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman masyarakat seiring semakin luasnya akses terhadap layanan keuangan.

Sementara itu, secara nasional indeks inklusi keuangan tercatat sebesar 93,61 persen dan indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen.

Director of External Engagement & Membership AFTECH, Abynprima Rizki, mengatakan generasi muda dan pelaku UMKM merupakan kelompok penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi digital. Karena itu, keduanya perlu mendapatkan edukasi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

"Generasi muda dan UMKM memiliki peran krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital di masa depan, sehingga penting bagi mereka memiliki bekal pengetahuan keuangan yang memadai," katanya.

Menurutnya, kolaborasi dengan anggota AFTECH, termasuk Easycash, menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan digital sekaligus mewujudkan inklusi keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan perlu didukung materi edukasi yang mudah dipahami, praktis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Capaian inklusi di Sumbar menjadi modal yang baik dalam memperluas akses layanan keuangan. Namun peningkatan literasi diperlukan agar masyarakat mampu menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab," katanya.

Dalam program INFINITY, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan layanan keuangan digital secara bijak. Materi yang diberikan mencakup cara membedakan pindar legal yang berizin dan diawasi OJK dengan pinjaman online ilegal, memahami biaya dan manfaat ekonomi, serta menyesuaikan penggunaan produk keuangan dengan kemampuan finansial.

Melalui MOJANG, peserta juga diperkenalkan dengan pengelolaan keuangan sederhana, mulai dari menyusun anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyiapkan dana darurat, hingga menerapkan metode 50-30-20 sebagai salah satu referensi pengaturan keuangan.

Salah seorang peserta dari Fakultas Hukum Universitas Andalas, Ilham, menilai materi tersebut relevan dengan kondisi mahasiswa, terutama mereka yang merantau dan masih mengandalkan kiriman uang dari orang tua.

Load More