- Satgas Pemko Padang melakukan penertiban di Jalan Sandang Pangan, Pasar Raya Padang, pada 21 hingga 22 Oktober 2026.
- Proses penertiban kawasan pasar tersebut berujung pada kericuhan antara petugas di lapangan dan para pedagang setempat.
- Ketua Komisi II dan Ketua DPRD Padang meminta Pemko mengevaluasi kegiatan serta membuka dialog untuk mencari solusi bagi pedagang.
SuaraSumbar.id - Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, meminta Pemko agar penertiban Pasar Raya dilakukan secara terukur dan humanis dengan mengedepankan komunikasi serta dialog bersama pedagang.
Pernyataan tersebut disampaikan Rachmad menyusul penertiban di kawasan Jalan Sandang Pangan, Pasar Raya Padang, Sumatera Barat (Sumbar), yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pemko Padang sejak Rabu (21/10/2026) hingga Kamis (22/10/2026).
Menurut Rachmad, penertiban diperlukan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan sekaligus menghidupkan kembali aktivitas di kawasan pasar.
Meski demikian, pemerintah harus tetap memperhatikan kondisi pedagang agar kebijakan tersebut tidak memicu konflik di lapangan.
“Penertiban Pasar Raya memang perlu dilakukan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan. Namun, pelaksanaannya harus terukur, humanis, dan mengedepankan komunikasi dengan para pedagang,” ujarnya.
Ia menilai, kericuhan yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi bagi Pemko Padang. Pemerintah perlu mengidentifikasi persoalan yang terjadi di lapangan agar proses penataan tidak berujung pada konflik antara petugas dan pedagang.
“Terkait kericuhan yang terjadi kemarin, ini harus menjadi evaluasi bagi Pemko Padang. Kita perlu memastikan apa yang menjadi persoalan di lapangan agar penertiban tidak berujung pada konflik antara petugas dan pedagang,” katanya.
Menurutnya, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait membuka ruang dialog dengan pedagang untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. Penataan kawasan pasar harus tetap berjalan tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha dan mata pencaharian masyarakat.
“Saya berharap Pemko melalui OPD terkait dapat melakukan evaluasi dan membuka ruang dialog dengan para pedagang. Penataan pasar harus berjalan, tetapi keberlangsungan usaha dan mata pencaharian pedagang juga harus menjadi perhatian,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, juga meminta pemerintah memastikan adanya solusi bagi pedagang dalam setiap proses penertiban.
Ia menegaskan, kebijakan penataan harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan terhadap pihak-pihak yang terdampak.
“Segala sesuatunya tentu, ketika kita melakukan penertiban, harus ada solusi. Terutama itu. Yang kedua, tentu tidak ada yang dirugikan. Itu normatif. Dalam hal ini, kita minta kepada pemerintah kota bisa memberikan pemahaman,” jelasnya.
Muharlion mengatakan, pemerintah perlu memahami kondisi pedagang sekaligus mengakomodasi aspirasi mereka. Dialog dinilai penting untuk mempertemukan kebijakan pemerintah dalam menata kawasan pasar dengan harapan para pedagang.
“Karena kita juga memahami kondisi pedagang. Keinginan pedagang harus diakomodasi, apa yang menjadi harapan pedagang ada titik temunya. Duduk bersama untuk mencari solusi,” ujarnya.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Anggaran Pendidikan Tembus Rp 17 T, Tapi Sertifikasi Guru di Jakarta Diduga Belum Tembus 50 Persen
-
Tak Cukup Cabut KJP, DPRD DKI Usul Bansos Seluruh Keluarga Pelaku Tawuran Disetop
-
DPRD DKI Siap Jadi Penengah, Nasib Pedagang Pasar Taman Puring Pascakebakaran Dicarikan Titik Temu
-
Dinkes DKI Klaim Kenaikan DBD Cuma Pola Musiman, DPRD: 1.314 Kasus Bukan Sekadar Statistik!
-
Pansus DPRD DKI Bongkar Potensi Kebocoran PAD Sektor Parkir Tembus Rp1,4 Triliun
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Penertiban Pasar Raya Berujung Ricuh, DPRD Padang Minta Pemko Evaluasi
-
Protes Relokasi, Pedagang Pasar Raya Padang Khawatir Kehilangan Pembeli
-
ISPA Tembus 601.396 Kasus di Sumbar, Kota Padang Tertinggi
-
Kualitas Udara di Padang Kembali Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada
-
Menuju 131 Tahun, BRI Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Rakyat dan Memajukan Negeri