- Kota Padang mencatat kualitas udara tidak sehat dengan AQI 176 akibat polutan PM2.5 pada Kamis pagi.
- Partikel halus PM2.5 yang berbahaya bagi pernapasan tersebut mencapai 18,2 kali lipat standar panduan WHO.
- Warga diminta memakai masker N95, menghindari olahraga luar ruangan, dan sekolah kembali memulai pembelajaran tatap muka.
SuaraSumbar.id - Kualitas udara di Kota Padang, Sumatera Barat, kembali berada dalam kategori tidak sehat pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Berdasarkan data pemantauan IQAir, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 176 pada pukul 06.00 WIB.
Tercatat indeks kualitas udara tidak sehat dengan polutan utama PM2.5 91 mikrogram per meter kubik. PM2.5 merupakan partikel padat atau tetesan cairan halus di udara berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil sekitar 30 kali dari sehelai rambut manusia.
Konsentrasi PM2.5 di Padang saat ini mencapai 18,2 kali nilai panduan PM2.5 tahunan WHO. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini menjadi polutan utama yang berbahaya bagi kesehatan karena tidak bisa tersaring oleh bulu hidung dan dapat langsung masuk ke paru-paru hingga meresap ke aliran darah.
Karena itu, masyarakat disarankan untuk menggunakan masker jenis N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar ruangan karena masker kain/medis biasa kurang efektif menyaring partikel mikroskopis ini.
Kemudian, hindari olahraga di luar ruangan, menutup jendela dan memakai masker. Pada Kamis pagi tercatat suhu 25 derajat celcius, dengan kelembapan 83 persen.
Sejumlah sekolah kembali memulai pembelajaran tatap muka pada Kamis setelah sebelumnya pada 19-21 Oktober melaksanakan pembelajaran daring.
Berita Terkait
-
Skema Padat Karya Bersihkan Lumpur Banjir Padang, Warga Dapat Insentif
-
Rakyat Singapura Senang, Kualitas Udara di Sana Sedikit Membaik dari Asap Kebakaran Hutan Indonesia
-
Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?
-
Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak
-
Kualitas Udara Indonesia Hari Ini Masuk Kategori Berbahaya, Cek 10 Kota Paling Berpolusi
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kualitas Udara di Padang Kembali Tidak Sehat, Warga Diminta Waspada
-
Menuju 131 Tahun, BRI Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Rakyat dan Memajukan Negeri
-
BRI Dorong Investasi Asing Perkuat Industri & Ekonomi Indonesia Lewat Layanan Perbankan Terintegrasi
-
Diduga Rem Blong, Truk Semen Hilang Kendali di Jalan Lintas Solok-Padang hingga Tabrak Rumah Warga
-
10 Tips Hemat Belanja Bulanan Keluarga agar Pengeluaran Tidak Membengkak