Suhardiman
Senin, 24 Agustus 2026 | 10:12 WIB
Indonesia’s Horse Racing Merdeka Cup 2026.(Suara.com/B Rahmat)
Baca 10 detik
  • Ajang Indonesia's Horse Racing Merdeka Cup 2026 sukses digelar di Payakumbuh, Sumatera Barat, pada Minggu, 23 Agustus 2026.
  • Kompetisi yang diikuti 78 kuda ini bertujuan meningkatkan standar teknis dan penyajian acara ke tingkat nasional.
  • Kolaborasi teknologi modern dengan tradisi Alek Nagari ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah setempat.

SuaraSumbar.id - Pacuan kuda melalui ajang Indonesia’s Horse Racing Merdeka Cup 2026 kembali digelar di Galanggang Kayu Kubu, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Minggu (23/8/2026).

Gelaran tersebut menjadi penyelenggaraan kedua Sarga.co di Payakumbuh. Sebanyak 78 kuda dari sembilan daerah di Sumatera Barat dan sejumlah daerah di luar provinsi ambil bagian dalam kompetisi yang memperebutkan total hadiah Rp450 juta.

VP Marketing & Operation Sarga.co, Kevin Jonathan, mengatakan penyelenggaraan tahun kedua di Payakumbuh mendapat sambutan positif dari masyarakat serta dukungan pemerintah daerah.

“Ini adalah kali kedua kita datang ke Kota Payakumbuh. Antusiasme masyarakatnya luar biasa, dukungan pemerintahnya juga luar biasa,” katanya.

Ia menjelaskan, peserta tahun ini tidak hanya berasal dari Sumatera Barat. Sejumlah peserta juga datang dari Aceh, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Menurut Kevin, keterlibatan peserta dari berbagai daerah menjadi bagian dari upaya menghadirkan pacuan kuda dengan standar teknis pertandingan dan penyajian acara yang mampu bersaing pada tingkat nasional.

Direktur Komersial Sarga.co, Diana Airin, mengatakan penyelenggaraan pacuan kuda tersebut diharapkan tidak hanya berdampak terhadap penyelenggara, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian dan ekosistem olahraga berkuda di Sumatera Barat.

“Berharap ini membawa impact bukan hanya kepada kami, tapi perekonomian di Sumatera Barat, lalu juga ekosistemnya, stable-stable-nya, para pemilik kuda, dan semuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pordasi Sumatera Barat, Deri Asta, mengatakan pacuan kuda memiliki sejarah panjang di Sumatera Barat dan telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat di berbagai daerah.

Baca Juga: IHR Merdeka Cup dan Sarga Festival Hadir di Sumatera Barat, Rayakan Semangat HUT ke-81 RI

Ia menyebut Sumatera Barat memiliki delapan lapangan pacu yang menjadi bagian dari perkembangan olahraga berkuda di daerah tersebut.

“Kalau bicara Sumatera Barat, kita tahu pacuan kuda di Sumatera Barat itu sudah ada sebelum negara ini ada. Jadi, kita di Sumatera Barat punya delapan lapangan pacu,” ujarnya.

Menurut Deri, pacuan kuda di Sumatera Barat tidak semata-mata menjadi pertandingan olahraga. Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari tradisi Alek Nagari, yakni momentum berkumpulnya masyarakat dan berbagai komunitas dalam sebuah pesta rakyat.

“Pacuan kuda merupakan tradisi yang sudah turun-temurun dari masyarakat kita. Kalau bahasa Minangnya, Alek Nagari. Jadi, pesta masyarakat. Bukan hanya sekadar pacu kuda, tetapi berkumpulnya seluruh komunitas masyarakat pada hari tersebut,” jelasnya.

Deri menilai kolaborasi dengan Sarga.co memberikan sentuhan teknologi dan metode penyajian baru dalam penyelenggaraan pacuan kuda tanpa menghilangkan nilai tradisi yang telah berkembang di tengah masyarakat Sumatera Barat.

Ia menyebut teknologi, tata kelola pertandingan, serta metode penayangan yang diterapkan Sarga.co dapat memperluas jangkauan penonton.

Load More