- Disdikbud Kota Padang menyelidiki dugaan perundungan siswi SDN 33 Rawang yang meninggal pada 23 Juli 2026.
- Hasil klarifikasi pihak sekolah dan guru menyatakan tidak ditemukan adanya indikasi perundungan terhadap korban.
- Dinas Pendidikan mempersilakan keluarga menempuh jalur hukum serta memperkuat pembentukan Satgas Anti-perundungan di sekolah.
SuaraSumbar.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang menanggapi isu perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswi kelas 3 SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan.
Siswi berinisial NA dilaporkan meninggal dunia setelah kondisi kesehatannya menurun sepulang sekolah pada Kamis (23/7/2026). Peristiwa tersebut memunculkan dugaan bahwa korban mengalami perundungan di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova mengatakan, pihaknya telah mendatangi sekolah dan meminta keterang para guru hingga siswa lainya.
Berdasarkan hasil klarifikasi, tidak ditemukan indikasi bahwa korban mengalami perundungan selama berada di sekolah.
"Setelah mendengar keterangan dari wali kelas siswa yang bersangkutan, tidak ada indikasi terjadinya perundungan terhadap siswa ini. Bahkan sesama siswa di sini mereka berteman," katanya, Senin, 27 Juli 2026.
Ia mengatakan, jika pihak keluarga korban belum menerima penjelasan dari pihak sekolah, pihaknya mempersilakan menempuh jalur hukum agar persoalan ini dapat dibuktikan secara objektif.
"Terkait informasi yang telah terlanjur beredar di media sosial, jika memang dari pihak orang tua belum puas, silakan dibuat laporan dan dilakukan visum terhadap anak agar tidak terjadi saling tuduh," ujarnya.
Pihaknya juga telah memberikan arahan kepada kepala sekolah dan para guru terkait penanganan kasus tersebut, sekaligus memberikan dukungan moral kepada tenaga pendidik yang saat ini menjadi sorotan publik.
"Kami juga datang untuk menguatkan guru-guru di sini. Setelah melihat langsung kondisi kelas dan mendengar keterangan kepala sekolah maupun wali kelas, kami melihat para siswa saling berteman dengan baik dan tidak ada indikasi yang mengarah pada perundungan," ujarnya.
Ia juga mengimbau para guru dan siswa agar tidak merasa takut apabila memang tidak melakukan tindakan yang dituduhkan.
"Jika memang tidak melakukan perbuatan tersebut, maka tidak perlu takut," katanya.
Menanggapi berbagai komentar masyarakat di media sosial, Yopi menilai perhatian publik terhadap kasus tersebut merupakan hal yang wajar.
Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap.
"Sepanjang masyarakat belum mengetahui kebenarannya tentu akan menyoroti sekolah. Namun, setelah kami mendapatkan informasi dari guru-guru di sekolah, mereka membantah adanya dugaan perundungan tersebut," cetusnya.
Disdik Kota Padang terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi seluruh peserta didik. Salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Antiperundungan dan Pencegahan Kekerasan di setiap sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
Berita Terkait
-
FIFA Catat 21 Kasus di Indonesia, PSBS Biak Sumbang 15 Larangan Registrasi Pemain
-
Susahnya Cegah Bullying di Indonesia, Perlukah UU Anti-Perundungan?
-
Perundungan Linguistik: Apa Kita Masih Punya Ruang untuk Belajar Berbahasa?
-
Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya
-
Setop Jaga Nama Baik, Sosiolog UGM Usul Whistleblowing Bullying Sekolah
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap