- Praktisi GIS Timtim Deby Purnasebta menyatakan kemacetan di jalur Padang-Bukittinggi perlu diatasi melalui sistem transportasi terintegrasi, bukan sekadar proyek.
- Peningkatan mobilitas serta risiko bencana di koridor strategis ini menyebabkan waktu tempuh perjalanan membengkak hingga enam jam saat libur.
- Pembangunan jalan tol, jalur kereta api, dan fly over harus saling melengkapi untuk mengoptimalkan konektivitas, efisiensi, serta ketahanan transportasi wilayah.
Penentuan trase jalan juga harus memperhatikan keberadaan tanah ulayat, tanah pusako, lahan pertanian produktif, serta karakter geologi Pegunungan Bukit Barisan yang didominasi lereng curam dan berada di sekitar Sistem Sesar Sumatera.
Timtim menekankan bahwa pembangunan jalan tol sebaiknya menggunakan pendekatan risk-informed spatial planning dengan mempertimbangkan stabilitas lereng, potensi longsor, kondisi hidrologi, hingga ketahanan infrastruktur terhadap ancaman bencana.
Sementara itu, reaktivasi jalur kereta api dinilai berperan memperkuat ketahanan sistem transportasi. Moda transportasi berbasis rel dapat menjadi alternatif ketika jaringan jalan terganggu akibat bencana seperti longsor maupun banjir bandang.
Ia mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ruas Lembah Anai berulang kali mengalami gangguan akibat bencana, mulai dari galodo pada Mei 2024, longsor pada akhir 2025, hingga berbagai pekerjaan pemulihan infrastruktur sepanjang 2026.
Namun demikian, reaktivasi jalur kereta api juga menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kondisi geomorfologi yang ekstrem serta perubahan fungsi lahan pada sebagian bekas jalur rel yang kini telah menjadi kawasan permukiman, bangunan usaha, fasilitas umum, maupun akses jalan lingkungan.
Berbeda dengan jalan tol dan kereta api, Fly Over Padang Lua dinilai memiliki fungsi untuk mengurangi konflik lalu lintas pada salah satu simpul kendaraan tersibuk di Sumatera Barat.
"Kawasan tersebut menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari Padang Panjang, Malalak, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga jalur menuju Riau dan Sumatera Utara," tuturnya.
Selain itu, aktivitas perdagangan di Pasar Padang Lua turut memperparah kepadatan lalu lintas akibat kendaraan keluar-masuk kawasan pasar, parkir di badan jalan, serta tingginya aktivitas penyeberangan masyarakat.
Menurut Timtim, pembangunan fly over bukan bertujuan mengurangi jumlah kendaraan, melainkan memperlancar arus utama dengan menghilangkan konflik pergerakan di simpang.
Baca Juga: Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi SPMB Sumbar, Validasi Prestasi Dinilai Bermasalah
Meski demikian, proyek tersebut juga memerlukan perencanaan yang matang karena keterbatasan ruang di kawasan perdagangan, kebutuhan pembebasan lahan, penataan simpang, serta pengaturan lalu lintas selama masa konstruksi.
Timtim menegaskan bahwa jalan tol, kereta api, dan fly over memiliki fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam membangun sistem transportasi di Sumatera Barat.
"Jalan tol meningkatkan konektivitas regional, fly over mengatasi kemacetan pada simpul lalu lintas, sedangkan kereta api memperkuat ketahanan sistem transportasi ketika jaringan jalan terganggu akibat bencana," katanya mengakhiri.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Macet Jakarta Bikin Ekonomi Tekor Rp100 Triliun
-
Semen Padang Jadi Korban Terakhir, Persija Kirim Ancaman untuk Borneo FC
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Viral Miss Norwegia Keturunan Padang Jadi Guru dan Berpose Depan Ompreng MBG
-
Bobol 5 Toko HP, 3 Anak di Padang Pakai Uang Curian untuk Beli Motor
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
BRI Dorong Anak Muda Gunakan Teknologi untuk Disiplin Mengatur Keuangan
-
Kementerian Kebudayaan Umumkan Pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026
-
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Siapkan Ragam Promo Menarik
-
Minuman Manis Tak Langsung Bikin Gagal Ginjal, Tapi Kebiasaan Ini Bisa Jadi Risikonya
-
Ekonomi Kerakyatan Terus Digerakkan, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun