- Dokter Mutalib Abdullah menyatakan konsumsi minuman manis berlebih memicu obesitas dan diabetes yang berisiko merusak ginjal.
- Berdasarkan SKI 2023, penyakit ginjal kronis telah ditemukan pada kelompok usia muda antara 15 hingga 44 tahun.
- Data BPJS Kesehatan mencatat 134.057 pasien gagal ginjal kronis menjalani hemodialisis atau cuci darah sepanjang tahun 2024.
SuaraSumbar.id - Mengonsumsi minuman manis memang tidak secara langsung menyebabkan gagal ginjal. Namun asupan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes dalam jangka panjang.
Hal ini berpotensi memicu kerusakan ginjal apabila tidak terkontrol. Hal ini dikatakan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM melansir Antara, Rabu (2/9/2026).
"Minuman manis bukan berarti langsung menyebabkan gagal ginjal. Yang perlu diwaspadai adalah konsumsi gula berlebihan yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Bila diabetes tidak terkontrol dalam jangka panjang, ginjal dapat ikut mengalami kerusakan,” katanya.
Ia mengatakan penyakit ginjal dapat terjadi pada usia muda. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, penyakit ginjal kronis ditemukan pada kelompok usia 15–24 tahun sebesar 0,02 persen, usia 25–34 tahun sebesar 0,07 persen, dan usia 35–44 tahun sebesar 0,11 persen.
Sementara itu, data BPJS Kesehatan yang dikutip Kementerian Kesehatan mencatat 134.057 pasien gagal ginjal kronis menjalani hemodialisis sepanjang 2024.
Menurut Mutalib, kerusakan ginjal dapat berlangsung perlahan dan pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala khas. Diabetes dan hipertensi merupakan dua penyebab penting penyakit ginjal kronis.
Kadar gula darah yang terus tinggi dapat merusak sistem penyaringan ginjal, sedangkan tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah pada ginjal.
Selain konsumsi gula berlebihan, faktor risiko lainnya meliputi pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, merokok, berat badan yang tidak terkontrol, serta penggunaan obat pereda nyeri, jamu, atau suplemen tanpa pengawasan.
Penyakit ginjal juga dapat disebabkan batu atau sumbatan saluran kemih, penyakit autoimun, infeksi, kelainan bawaan, hingga faktor genetik.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan frekuensi atau jumlah urine, urine berbusa secara menetap, pembengkakan pada kaki, mudah lelah, mual, penurunan nafsu makan, serta tekanan darah yang sulit dikontrol.
Pemeriksaan fungsi ginjal dapat dilakukan melalui tes darah untuk mengetahui kadar kreatinin dan memperkirakan estimated glomerular filtration rate (eGFR), serta pemeriksaan urine untuk mendeteksi albumin atau protein.
“Pasien dengan hipertensi, diabetes, batu saluran kemih berulang, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga sebaiknya menjalani pemeriksaan secara berkala,” ujarnya.
Penyakit ginjal tidak secara otomatis membuat seseorang harus menjalani cuci darah. Hemodialisis dapat diperlukan apabila fungsi ginjal telah mengalami penurunan sangat berat dan tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara memadai.
Berita Terkait
-
Simposium Internasional SIERA: Wujudkan Sistem Ketahanan Kesehatan Nasional yang Tangguh
-
Metabolisme Sehat Bukan Sekadar Rajin Olahraga, Ini Jaringan Sistem Tubuh yang Berperan
-
Siloam Hospitals TB Simatupang Tekankan Pentingnya Olahraga untuk Cegah Osteoporosis
-
Karhutla Bukan Sekadar Krisis Lingkungan, FKUI Soroti Ancaman Kesehatan Masyarakat
-
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bagikan Masker, Dukung Kesehatan Masyarakat di Tengah Kabut Asap
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Urutan Skincare Malam Wardah Advance untuk Kencangkan Kulit Wanita Usia 50 Tahun
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah
-
BRI Perkuat Koperasi Desa untuk Dukung Usaha dan Pangan Lokal Lewat BRILink Agen
-
BRI Perkuat Pengalaman Nasabah Lewat BRImo dan Sabrina, Raih 36 Penghargaan TBCCI 2026
-
BRILink Agen Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan, Layani Masyarakat hingga Pelosok Negeri
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal