- Antrean BBM di Sumatera Barat terjadi akibat hambatan infrastruktur transportasi yang menghambat kelancaran distribusi pasokan ke wilayah tersebut.
- Gangguan infrastruktur menyebabkan waktu tempuh kendaraan logistik meningkat signifikan sehingga frekuensi pengiriman BBM ke SPBU menjadi berkurang.
- Pemerintah dan instansi terkait sedang melakukan rekayasa lalu lintas serta percepatan perbaikan jembatan untuk memulihkan distribusi logistik nasional.
SuaraSumbar.id - Antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU di Sumatera Barat dinilai merupakan dampak dari terganggunya akses distribusi akibat kendala pada infrastruktur transportasi, bukan karena berkurangnya ketersediaan pasokan BBM.
Pakar Transportasi Universitas Bung Hatta, Fidel Miro, mengatakan gangguan pada jalur distribusi akan berdampak langsung terhadap rantai pasok berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk distribusi BBM ke SPBU.
"Ketika terjadi hambatan pada jalur distribusi, waktu tempuh kendaraan logistik menjadi lebih panjang sehingga distribusi ke berbagai wilayah ikut terdampak. Ini merupakan konsekuensi dari terganggunya akses transportasi, bukan karena pasokan BBM tidak tersedia," katanya, Kamis, 9 Juli 2026.
Fidel menjelaskan, dampak gangguan infrastruktur tersebut terlihat dari meningkatnya waktu tempuh perjalanan menuju sejumlah wilayah seperti Solok, Padang Pariaman, Bukittinggi, dan Payakumbuh.
Jika sebelumnya mobil tangki BBM maupun kendaraan logistik dapat menempuh perjalanan sekitar 3-5 jam, kini waktu tempuh meningkat menjadi sekitar 5-7 jam. Kondisi ini membuat satu siklus distribusi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kondisi normal.
Akibatnya, frekuensi perjalanan mobil tangki BBM maupun kendaraan logistik menjadi lebih rendah karena setiap armada membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan satu siklus pengiriman.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pada distribusi BBM ke SPBU, tetapi juga pada pengiriman berbagai kebutuhan masyarakat, aktivitas industri, serta layanan transportasi yang mengandalkan kelancaran distribusi darat.
Menurut Fidel, kondisi tersebut merupakan tantangan logistik yang lazim terjadi ketika terdapat gangguan pada infrastruktur transportasi. Oleh karena itu, percepatan pemulihan akses jalan dan jembatan menjadi faktor penting untuk mengembalikan kelancaran distribusi barang serta mobilitas masyarakat.
"Begitu akses transportasi kembali normal, waktu tempuh akan menurun, frekuensi distribusi meningkat, dan rantai pasok akan kembali berjalan lebih efisien," ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Dinas Perhubungan, Pertamina Patra Niaga, Polda Sumatera Barat, serta instansi terkait terus melakukan berbagai langkah percepatan penanganan.
Upaya tersebut meliputi rekayasa lalu lintas pada titik-titik kemacetan, percepatan perbaikan Jembatan Jurai di Bungus, pengaturan arus kendaraan distribusi, hingga optimalisasi penyaluran BBM melalui Terminal BBM Teluk Kabung guna menjaga kelancaran pasokan ke wilayah terdampak.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Pemerintah Atur Tarif Angkutan Barang Penyeberangan Mulai 2027
-
Minyak Mentah Meroket, Apakah Harga BBM Domestik Bakal Ikut Naik?
-
Rantai Pasok Impor BBM Dipangkas, Pemerintah Janji Pengadaan Energi Lebih Efisien
-
Cara Cek Update Harga BBM Terbaru Secara Online, Praktis dan Akurat!
-
Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Diduga Keracunan
-
Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol