Suhardiman
Rabu, 17 Juni 2026 | 15:59 WIB
Ilustrasi lelah. (Freepik.com/lookstudio)
Baca 10 detik
  • Prakriti Poddar menyatakan bahwa rutinitas padat gaya hidup modern sering menyebabkan kelelahan mental yang perlu segera diatasi.
  • Tanda kelelahan meliputi perasaan lelah saat bangun, kesulitan melakukan tugas sederhana, hilangnya fokus, serta munculnya gejala fisik.
  • Mengabaikan sinyal tubuh tersebut dapat memicu kelelahan ekstrem atau burnout, sehingga diperlukan pemulihan holistik untuk memulihkan kapasitas diri.

SuaraSumbar.id - Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, banyak orang terbiasa menjalani rutinitas padat dari pagi hingga malam tanpa benar-benar memberi kesempatan tubuh dan pikiran untuk pulih.

Tekanan pekerjaan, aktivitas digital tanpa henti, hingga tuntutan kehidupan sosial sering membuat seseorang terus bergerak tanpa menyadari bahwa kondisi mentalnya sedang berada di ambang kelelahan.

Menurut Kepala Global Kesehatan Mental dan Kesejahteraan di Roundglass Living Prakriti Poddar, tubuh sebenarnya dapat membagikan tanda-tanda kelelahan dan butuh istirahat tidak hanya sekadar tidur, tetapi juga secara mental. Beberapa tanda tersebut yakni:

Bangun dengan perasaan lelah meski sudah tidur nyenyak

Prakriti menyoroti bahwa salah satu tanda kelelahan mental yang paling umum adalah bangun dengan perasaan lelah bahkan setelah tidur semalaman penuh.

Ini sering terjadi karena pikiran tidak secara otomatis mati ketika tubuh beristirahat. Efek “masuk terakhir, keluar pertama” berarti hal terakhir yang kita pikirkan sebelum tidur menjadi apa yang kita renungkan sepanjang malam, mencegah tidur nyenyak dan memulihkan.

Pemulihan sejati terjadi ketika kita menghilangkan tekanan untuk menjadi sempurna dan fokus pada apa yang benar-benar terasa mendukung saat ini.

Hal-hal kecil yang dilakukan terasa berat secara emosional

Orang yang membutuhkan istirahat mental juga mengalami masa di mana pikiran terlalu terbebani, sehingga saat melakukan tugas-tugas sederhana pun bisa terasa berat.

Baca Juga: Waspada! Merokok Sesekali Tetap Berbahaya dan Bisa Picu Penyakit Serius

"Anda mungkin menyadari diri anda menjadi sangat mudah tersinggung atau tidak sabar,” kata Prakirit.

Ketidaknyamanan kecil dan tanggung jawab sehari-hari tiba-tiba mulai terasa lebih sulit daripada seharusnya. Ini bukan kemalasan atau kelemahan. Ini adalah tanda bahwa kapasitas emosional Anda telah habis.

Sulit fokus pada hal-hal sederhana

Tanda utama lainnya adalah kelelahan kognitif, atau yang banyak orang sebut sebagai kabut otak: kesulitan berkonsentrasi, pelupa, kurangnya kejelasan, atau merasa pikiran kacau sepanjang hari.

Menurutnya, otak kita saat ini terlalu terstimulasi seperti sebelumnya. Multitasking yang konstan dan kebisingan digital menyisakan sedikit ruang untuk ketenangan mental. Pikiran membutuhkan pemulihan seperti halnya otot.

Praktik seperti mindfulness, pernapasan dalam, menulis jurnal, yoga, atau bahkan menemukan beberapa momen tenang tanpa layar dapat membantu otak melambat dan mengatur ulang.

Load More