Suhardiman
Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:52 WIB
Banjir Terjang Kota Padang, 2.033 Warga Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan SuaraSumbar.id - Tim gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 2.033 warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang yang terjadi pada Senin (3/8/2026). Banjir dipicu curah hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur kota tersebut sejak siang hingga malam hari. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan proses evakuasi diprioritaskan di kawasan yang mengalami genangan cukup tinggi. Warga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, termasuk ke posko pengungsian yang telah disiapkan di kawasan Ahmad Yani. "Data sementara warga yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan mencapai 2.033 orang. Kami bekerja bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan di sejumlah lokasi terdampak," ujarnya. Ia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung hingga Selasa (4/8/2026) siang. Tim gabungan masih melakukan penyelamatan warga di wilayah Maransi dan Dadok Tunggul Hitam yang menjadi kawasan dengan genangan cukup tinggi. "Warga dari kedua wilayah tersebut dievakuasi ke Masjid Al-Hidayah di Tunggul Hitam yang dijadikan sebagai lokasi penampungan sementara," ungkapnya. Menurutnya, kondisi banjir di sejumlah kawasan mulai mulai turun, diantaranya genangan air seperti Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah. "Di daerah ini sudah mulai berangsur surut sehingga aktivitas penanganan beralih pada pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat terdampak," jelasnya. Banjir yang melanda Kota Padang dipicu hujan dengan intensitas ekstrem. Berdasarkan data yang diterima, curah hujan di wilayah tersebut mencapai 297,5 milimeter. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman mencatat hujan kategori ekstrem tersebut terpantau di Pos Hujan Teluk Bayur dengan intensitas mencapai 297,5 milimeter. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya tiga kecamatan di Kota Padang terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sejak Senin (3/8/2026) pukul 11.00 WIB hingga malam hari. Hingga kini, tim gabungan masih bersiaga di sejumlah lokasi untuk memastikan seluruh warga yang terdampak memperoleh bantuan serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan apabila hujan kembali mengguyur wilayah Kota Padang. Kontributor: B Rahmat Teks Foto: Evakuasi terdampak banjir di Kota Padang pada Selasa (4/8/2026) dinihari.(Suara.com/istimewa)
Baca 10 detik
  • Tim gabungan mengevakuasi 2.033 warga dari wilayah terdampak banjir di Kota Padang pada Senin, 3 Agustus 2026.
  • Bencana banjir tersebut dipicu oleh curah hujan berintensitas ekstrem yang mencapai 297,5 milimeter sejak siang hingga malam hari.
  • Proses evakuasi dan penampungan sementara warga dipusatkan di beberapa lokasi aman seperti kawasan Ahmad Yani dan Masjid Al-Hidayah.

SuaraSumbar.id - Tim gabungan mengevakuasi sebanyak 2.033 warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, yang terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026.

Banjir dipicu curah hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur kota tersebut sejak siang hingga malam hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan proses evakuasi diprioritaskan di kawasan yang mengalami genangan cukup tinggi.

Warga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, termasuk ke posko pengungsian yang telah disiapkan di kawasan Ahmad Yani.

"Data sementara warga yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan mencapai 2.033 orang. Kami bekerja bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan di sejumlah lokasi terdampak," katanya.

Ia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung hingga Selasa (4/8/2026) siang. Tim gabungan masih melakukan penyelamatan warga di wilayah Maransi dan Dadok Tunggul Hitam yang menjadi kawasan dengan genangan cukup tinggi.

"Warga dari kedua wilayah tersebut dievakuasi ke Masjid Al-Hidayah di Tunggul Hitam yang dijadikan sebagai lokasi penampungan sementara," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi banjir di sejumlah kawasan mulai mulai turun, diantaranya genangan air seperti Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Koto Tangah.

"Di daerah ini sudah mulai berangsur surut sehingga aktivitas penanganan beralih pada pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat terdampak," jelasnya.

Banjir yang melanda Kota Padang dipicu hujan dengan intensitas ekstrem. Berdasarkan data yang diterima, curah hujan di wilayah tersebut mencapai 297,5 milimeter.

Data dari BMKG Kelas II Minangkabau Padang Pariaman mencatat hujan kategori ekstrem tersebut terpantau di Pos Hujan Teluk Bayur dengan intensitas mencapai 297,5 milimeter.

Sementara itu, BNPB mencatat sedikitnya tiga kecamatan di Kota Padang terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sejak Senin (3/8/2026) pukul 11.00 WIB hingga malam hari.

Hingga kini, tim gabungan masih bersiaga di sejumlah lokasi untuk memastikan seluruh warga yang terdampak memperoleh bantuan serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan apabila hujan kembali mengguyur wilayah Kota Padang.

Kontributor : B Rahmat

Load More