- Bencana longsor dan jalan amblas terjadi di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Limapuluh Kota, pada Selasa, 12 Mei 2026.
- Insiden tersebut memutus akses utama sehingga ratusan kepala keluarga terisolasi dan aktivitas warga terhenti total akibat cuaca ekstrem.
- Anggota DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota segera melakukan langkah tanggap darurat untuk memulihkan akses jalan dan logistik warga.
SuaraSumbar.id - Bencana longsor dan jalan amblas terjadi di Nagari Situjuah Ladang Laweh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kondisi badan jalan dilaporkan amblas hingga membentuk lubang besar yang menyerupai sinkhole. Longsor dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore.
Insiden ini menyebabkan akses jalan utama menuju nagari terputus, sehingga ribuan warga dilaporkan terisolir karena kendaraan tidak dapat melintas.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, mengatakan jalan itu merupakan akses utama masyarakat setempat. Terputusnya jalan ini mengakibatkan mobilisasi warga terhenti sepenuhnya.
“Jalan kabupaten ini tak hanya amblas dan berlubang mirip sinkhole, tapi juga tertimbun material longsor," katanya, Rabu 13 Mei 2026.
Akibat bencana ini, ratusan kepala keluarga (KK) dilaporkan terisolir. Kemudian, aktivitas belajar mengajar terhenti dan anak sekolah terpaksa diliburkan.
"Distribusi logistik dan hasil bumi masyarakat juga terhambat total. Warga kehilangan satu-satunya jalur penghubung antar-nagari," ujarnya.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk segera melakukan langkah mitigasi dan perbaikan sementera. Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mempercepat pemulihan akses.
"Kita minta Pemda segera melakukan langkah tanggap darurat, mulai dari kaji cepat kerusakan, pembersihan material longsor, hingga pemulihan akses jalan,” tegasnya.
Selain di Situjuah Ladang Laweh, cuaca ekstrem juga memicu bencana di titik lain.
Di Nagari Tungkar, banjir dilaporkan mulai merendam pemukiman warga yang memaksa sejumlah penduduk untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Tradisi Hoyak Tabuik 2026 Kembali Meriahkan Pantai Gandoriah Pariaman
-
Rumah Warga di Benhil Jakpus Hancur Gegara Tanah Longsor, Begini Penampakannya
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Kondisi Bangunan Terdampak Longsor di Petamburan
-
Cerita di Balik Longsor Petamburan: Delapan Hari Sebelum Ambrol, Warga Sudah Rasakan Tanda Bahaya
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India